Tolak Paham Radikalisme

Tolak Paham Radikalisme

  Jumat, 24 June 2016 09:30
RADIKALISME: Suasana dilagsungkannya dialog mengenai radikalisme yang digelar di Kejari Sanggau, kemarin. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU - Rabu (23/6) sore kemarin, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sanggau membuat kesepakatan guna menolak segala bentuk propaganda dan paham radikalisme yang mulai meresahkan banyak pihak.

Kesepakatan tersebut dibuat dalam acara sosialisasi dan silaturahmi antar tokoh masyarakat dan tokoh agama yang digagas Kejaksaan Negeri Sanggau bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) Kabupaten Sanggau.

FPIP Korwil Sanggau, Abang Indra menyampaikan bahwa acara ini merupakan momentum bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mencegah paham radikalisme di Kabupaten Sanggau. “Setelah kegiatan ini nanti diharapkan para tokoh yang hadir ini bisa mensosialisasikan tentang bahaya paham radikalisme yang mengancam keutuhan negara kepada masyarakat dilingkungannya masing-masing,” ujarnya kepada harian ini usai kegiatan.

Kajari Sanggau, Danang Suryo Wibowo menyampaikan terkait masalah pengawasan kepercayaan keagamaan dalam masyarakat dan juga tentang menangkal paham radikal di Kabupaten Sanggau, berdasarkan keputusan di Kejaksaan menyebutkan bahwa institusi Kejaksaan sesuai dengan tingkatannya diberikan tugas, salah satunya membentuk tim pakem yang berfungsi menjaga kerukunan dan stabilitas umat beragama dimasyarakat.

“Jujur saya ngomong kalau ngeliat tema hari ini, agak sedih kita, hari gini kita masih bahas masalah seperti itu, mestinya kita bicara masalah lain yang lebih ekonomis dan menguntungkan bangsa kita, tapi inilah kondisi bangsa kita yang mesti menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

“Rasanya kok sayang sekali diera serba canggih seperti ini kita masih terpancing dengan hal-hal semacam ini. Itulah maksudnya forum-forum seperti ini diadakan selain meningkatkan silaturahmi juga kita membahas berbagai persoalan kemasyarakat yang bisa saja muncul dan bisa kita selesaikan bersama-sama,” tambahnya.

Ketua MUI Sanggau, Mustafa menyampaikan fenomen Gafatar di Sanggau hampir-hampir membuat masyarakat kecolongan. “Radikalisme bukanlah produk ajaran agama tertentu dan agama manapun juga, apalagi saya mewakili umat islam membantah hal itu dan tidak ada kaitannya dengan islam,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sanggau, Nabhan Husein membeberkan persoalan yang dihadapi pihaknya di lapangan. Misalkan, ada sekelompok umat yang minoritas berkeinginan membangun rumah ibadah tetapi menemui halangan. Halangan yang dihadapi bukan datangnya dari masyarakat, justru datang dari Kepala Desa setempat. “Namun kalau kita merujuk pada UUD 1945 secara jelas memberikan kebebasan kepada umat beragama menjalankan ibadahnya sesuai agama dan kepercayaannya. Di Sanggau ini masih ada yang berfikir demikian, yang parahnya Kepala Desanya yang berfikir demikian. Inilah mindset yang mesti kita rubah bersama-sama,” pungkasnya. (sgg)

Berita Terkait