Tokoh Baca Kalbar; Frendys Lu jadikan Buku Sahabat dalam Menyelesaikan Masalah

Tokoh Baca Kalbar; Frendys Lu jadikan Buku Sahabat dalam Menyelesaikan Masalah

  Jumat, 10 November 2017 10:12
AKTIVITAS: Frendys Lu bersama pengurus Wadah Himpun Kasih menyerahkan bantuan kepada keluarga yang kurang mampu.

Berita Terkait

Akrab dengan buku sudah dilakukan Frendys Lu Sau Kiun sejak sekolah. Baginya, ada banyak inspirasi dan ide dalam pemikiran muncul setelah membaca buku. Bahkan di usianya yang sudah 59 tahun ini, dia terus menyempatkan waktu untuk selalu membaca.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

MEMBACA seperti bertemu dengan orang-orang besar dan mendengarkan pemikiran-pemikiran penulis. Itu pula yang dirasakan oleh Frendys Lu. Baginya membaca adalah proses belajar untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semakin banyak membaca , kita akan sadar bahwa sesungguhnya kita banyak kekurangan. Sehingga  memotivasi diri terus memperbaiki  diri ke arah lebih baik dan positif,” ujarnya.   

Pagi hari, dari pukul  05.00 hingga 07.00 adalah waktu yang disediakan Frendys untuk membaca, baik dalam bentuk buku cetak maupun bahan bacaan berbentuk digital. Dia memiliki ruang belajar sendiri di rumahnya. Di ruangan itulah, sejumlah koleksi buku tersimpan.

Frendys menunjukkan beberapa koleksi bukunya. Tak hanya buku filsafat, tetapi ada buku ilmu terapan. Buku berbahasa Mandarin juga di koleksinya. Umumnya adalah buku-buku yang mengandung nasihat dalam kehidupan. “Ini buku yang selalu saya baca. Buku tentang bagaimana menyelesaikan masalah dengan bijak dalam,” ujar dia. “Buku ini selalu dibawa kemana pun saya pergi. Dia menjadi teman saya.”

Cara berpikir dalam hidup sudah betul atau tidak, syarat utama dalam keberhasilan adalah mencintai pekerjaan, menjadi orang yang mempunyai satu pendirian adalah beberapa koleksi buku dalam Bahasa Mandarin yang selalu ia baca. Buku tersebut, lanjut dia mampu membantu dia menyelesaikan persoalan hidup.

“Misalnya difitnah orang, disakiti orang, saya membaca buku bagaimana setiap semangat akan membangkitkan cara kita memecahkan masalah. Kalau tidak ada semangat tidak bisa menyelesaikan masalah. Bagaimana belajar menjadi hebat dari orang lain,” katanya sembari menunjukkan bukunya. 

Pria yang menyenangi buku-buku filsafat ini sering mengaplikasikan apa yang dia baca saat bertemu rekan bisnis, mengelola organisasi, atau pun saat diminta jadi pembawa acara. Apalagi, latar belakang Frendys adalah pengusaha yang membutuhkan asupan ilmu tentang cara berbisnis.

Membaca itu melatih cara berkomunikasi dengan banyak orang. Sebagai orang yang sering berbicara di depan banyak orang, Frendys merasa perlu ilmunya. Dia pun menunjukkan buku-buku yang kerap dibacanya untuk membantunya dalam berkomunikasi.

“Saya kan harus berbicara banyak, ada buku tentang bagaimana berbicara sopan dan santun agar tidak satu tetes pun yang keluar. Sebagaimana kita minum tidak satu tetes keluar. Maksudnya bagaimana bicara baik, santun sopan semua senang. Dan, jagalah agar tidak keluar kata-kata kotor,” ulas Sekretaris Wadah Himpun Kasih atau Ai Xin Pontianak ini.

Selain membaca, Frendys mengamalkan pengetahuan dan pemikirannya melalui menulis. Bedanya, bukan artikel atau karya populer lainnya yang ia tulis. Melainkan, kata-kata bijak atau nasihat dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya dalam bahasa Indonesia, Frendys juga membuatnya dalam versi bahasa Mandarin dan Inggris.

“Saya senang belajar. Sekarang saya setiap hari buka kamus, langsung menulis dengan bahasa Inggris. Lalu kirim ke teman, atau anak-anak saya. Kalau salah, mereka langsung koreksi. Ini jadi pembelajaran buat saya,” ungkapnya.

Siapa menyangka, kemampuan berbahasa Mandarin yang dimiliki Frendys belajar secara otodidak. Mulanya, ia diminta menjadi penamping dari turis yang hanya bisa berbahasa Mandarin saat tinggal di Yogyakarta. Ia kemudian melatih kemampuan dengan menghapal kalimat-kalimat berbahasa mandarin. Dia pun mengasah kemampuan dengan memperbanyak baca kamus, dan mengoleksi buku-buku berbahasa Mandarin. “Tidak hanya  bisa berbicara Mandarin saja, tetapi hampir semua yang saya bicarakan bisa saya tulis,” kata dia.

Perkembangan zaman IT saat ini sangat cepat. Hampir setiap saat dunia terus berubah.  Hanya dengan rajin membaca kita bisa mengikuti setiap perkembangan, menghargai setiap perbedaan, mengerti setiap proses perubahan dan mampu menyesuaikan diri atau adaptasi terhadap  situasi dan kondisi kemajuan zaman. “Jika tidak kita akan tertinggal jauh,” tegas Frendys. (*)

Berita Terkait