Tito: Siyono Masuk dalam Jaringan Teroris

Tito: Siyono Masuk dalam Jaringan Teroris

  Selasa, 12 April 2016 20:37
Kepala BNPT, Komjen Tito Karnavian. Dok JawaPos.com

Berita Terkait

Kepala Badan Nasionala Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Tito Karnavian mengungkapkan terduga teroris asal Klaten, Jawa Tengah, Siyono masuk dalam salah satu jaringan terorisme.

Tito menjelaskan, kesimpulan itu berdasarkan catatan yang dimiliki Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

"Dia terlibat (jaringan teroris)," ungkap Tito di Rupatama Mabes Polri,, Selasa (11/4).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menambahkan, dari hasil pemeriksaan terhadap belasan tersangka kasus dugaan terorisme yang telah ditangkap dan diamankan jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, disebutkan pula bahwa Siyono memiliki suatu peran dalam jaringan teroris.

Namun Tito tidak menyebut secara gamblang jaringan teroris Siyono.

"Ada sekitar 13 orang yang menyebut nama dia (Siyono), dia termasuk pemegang senjata," terang Tito.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Charliyan mengungkapkan Siyono menjabat staf inti dalam organisasi Neo Jamaah Islamiah (JI).

Itu diketahui setelah Polri melakukan penelusuran terhadap tiga orang rekan Siyono yang terlebih dahulu ditangkap yaitu AW, BR dan DN.

"Dia adalah Kepala Staf Tholiah Bitonah di Neo JI," ujar Anton dalam konferensi pers di Divisi Humas Mabes Polri, Selasa 5 April 2016 lalu.

Anton membeberkan, organisasi Neo JI ini menyimpan senjata dalam jumlah yang cukup banyak. Pergerakan mereka terindikasi melanjutkan Laskar Negara Islam Indonesia (NII).

Dari keterangan yang diperoleh dari ketiga rekan Siyono, sambung Anton, Neo JI juga menyimpan butiran peluru dan granat.

"Telah disita puluhan senjata, ribuan peluru dan beberapa granat. Ada mesin bubut untuk pembuat senjata rakitan. Kita temukan bunker juga di Tangerang," bebernya. (elf/JPG)

Berita Terkait