Titik Terang Pemblokiran Tumblr

Titik Terang Pemblokiran Tumblr

  Kamis, 17 March 2016 15:42   960
Blokir Tumblr

Menyikapi isu pemblokiran situs Tumblr oleh Kemkominfo, saya mewakili anak muda yang senantiasa berekspresi dengan hal-hal yang mereka minati dan senang mengeksplorasi banyak hal dalam segala aspek, sangat menyangkan isu tersebut. Hal ini dirasa sangat mengecewakan bagi para remaja yang senang menghasilkan karya-karya dan memiliki passion dalam ruang lingkup seni seperti fotografi, lukisan, musik, fashion, film, sejarah, idols, memes, gif (gambar bergerak), puisi dan masih banyak lagi karya seni bermanfaat dan menginspirasi yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Sebagai penggiat Tumblr, tanpa mengurangi rasa hormat, perlu saya informasikan bahwa Tumblr bukanlah situs porno. Situs ini hanyalah tempat berbagi informasi yang sebagian besar berisi karya seni. Secara umum, situs ini hampir sama fungsinya seperti Youtube, Google maupun Facebook. Yang membuat saya bertanya-tanya adalah apa urgensi Kemkominfo memblokir Tumblr? Mengapa tidak memblokir Youtube? Google? Atau Facebook? Padahal mereka memiliki akses yang sama. Situs-situs tersebut memungkinkan kita untuk mengakses gambar maupun video yang mengandung unsur pornografi berdasarkan keyword yang kita gunakan. Namun bukan itu yang dicari, karena sesungguhnya bukan itu tujuan dan fungsinya. Adalah tergantung pada siapa yang kita ikuti dan apa yang kita cari. Dan sepemahaman saya, Tumblr memiliki self-censorship sendiri terhadap keywords yang berbau pornografi.

Tumblr bukan sebuah situs kecil. Remaja di seluruh belahan dunia menggunakannya. Namun harus diakui bahwa penggiat Tumblr di Indonesia tidak seramai pengguna Facebook, Twitter, Instagram, Line dan lain sebagainya. Dan tidak sedikit pula anak Indonesia yang berkarya melalui Tumblr bahkan menghasilkan rupiah melaluinya. Bahkan saat ini telah berdiri beberapa komunitas Tumblr di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Percayalah, mereka hanya membagikan hasil karya mereka pada tempatnya, bukan diluar dari pada itu. Kami berbagi inspirasi, berbagi pengetahuan dan ide. Lalu apa yang terjadi ketika ladang inspirasi mereka akan ditutup?

Dapat mengerti bahwa di satu sisi, Kemkominfo ingin melindungi masyarakat Indonesia khususnya para remaja dan anak-anak dengan melakukan tindakan preventif terhadap kasus pelecehan seksual yang belakangan ini marak terjadi dan melibatkan public figure yang notabene adalah panutan bagi masyarakat. Namun desakan-desakan sosial itu sebaiknya dipikirkan secara matang dengan mempertimbangkan aspek lainnya terutama dampak bagi pengguna Tumblr dan hak asasi untuk mendapatkan informasi di media massa. Sebagai pengingat, di era globalisasi ini, kita tidak bisa lagi menutup informasi dari segala arah apabila tidak ingin mengalami ketertinggalan. Apalagi saat ini kita telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sehingga akses keluar dan masuknya sumber daya tidak lagi dapat dicegah.

Setelah beberapa waktu melakukan follow up terhadap isu yang beredar, ada suatu kelegaan setelah menemukan titik terang oleh adanya Siaran Pers No.20/PIH/KOMINFO/2/2016 Tentang Klarifikasi Kemkominfo Mengenai Rencana Pemblokiran Situs Tumblr yang dikeluarkan oleh Kemkominfo. Siaran Pers tersebut berbunyi sebagai berikut:

Sehubungan dengan pemberitaan tentang wacana pemblokiran beberapa situs terutama Tumblr oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di media massa yang kami anggap simpang-siur maka pada kesempatan ini kami sampaikan kembali poin-poin yang penting ditegaskan ulang, terutama yang menyangkut Tumblr:
1. Panel Pornografi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet yang bersidang menemukan unsur pornografi pada beberapa dari 477 situs yang terlapor, termasuk Tumblr.
2. Memang konten pornografi tidak terdapat pada seluruh akun Tumblr, namun sampai saat ini tidak memungkinkan bagi operator dan Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemblokiran per akun sehingga kami meminta kepada Tumblr untuk melakukan penyesuaian konten yang ada sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
3. Kepada Tumblr telah kami kirimkan surat untuk melakukan self-censorship terhadap konten pornografi kepada akun-akun yang memanfaatkan layanan tersebut.
4. Panel masih akan mengadakan rapat lanjutan guna mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan tersebut dapat dijalankan.
5. Hasilnya akan diserahkan kepada Kemkominfo sebagai pertimbangan untuk pengambilan keputusan.
Demikian, semoga mengklarifikasi pemberitaan seolah-olah Menteri Komunikasi dan Informatika sudah menetapkan pemblokiran terhadap situs-situs yang diusulkan diblokir oleh Panel.
(Sumber: http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6808/Siaran+Pers+No.20-PIH...)

Mengirimkan surat kepada Tumblr untuk melakukan penyesuaian konten yang ada sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan ketentuan yang berlaku di Indonesia diharapkan menjadi langkah solutif yang diambil oleh Kemkominfo. Kami hanya bisa berharap titik terang ini akan menghasilkan suatu kebijakan yang tidak merugikan banyak pihak terutama anak-anak cerdas calon penerus bangsa.

Thalita Jacinda, S.H.

Duta Baca UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret 2015, Anggota HMI Cabang Surakarta