Tiongkok Lirik Pertanian Ketapang

Tiongkok Lirik Pertanian Ketapang

  Sabtu, 25 June 2016 10:03
PEMAPARAN: Wakil Bupati Ketapang Suprapto didampingi Anggota DPR RI Daniel Johan, saat melakukan rapat singkat pengembangan food estate di Ketapang, di Pendopo Bupati Ketapang, kemarin. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Anggota DPR-RI Daniel Johan, kembali menyambangi Ketapang. Kali ini ia datang bersama investor dari Tiongkok untuk menanamkan modal di sektor pertanian. Investor ini menargetkan bisa mengembangkan lahan pertanian 10 ribu hektare selama beberapa tahap.

"Kita akan mengembangkan food estate di Ketapang. Perjalanan sudah jauh tinggal eksekusi," kata Daniel Johan saat mengikuti rapat singkat di Pendopo Bupati Ketapang, Jumat (24/6) siang. Ia menjelaskan, Ketapang dianggap daerah yang berpotensi untuk pengembangan sektor pertanian jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Kalbar. Namun, dia  tak memungkiri, untuk membangunnya dibutuhkan pihak swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. "Pemerintah dapat menyediakan lahan," jelasnya di hadapan wakil Bupati (Wabup) Ketapang, Suprapto, dan beberapa kepala dinas di Ketapang.

Ia menjelaskan, untuk mengembangkan dan menyukseskan program ini, ada beberapa langkah yang harus ditempuh. Di antaranya pembagian hasil yang jelas dengan pemilik lahan. Karena jika pembagian hasil yang cukup rasional akan membuat pemilik lahan mau lahannya digunakan untuk progtam tersebut.

Sementara yang kedua, ia menginginkan ada ketetapan upah yang layak terhadap petani yang mengerjakan lahan pertanian. Bahkan, ia meminta

agar orang yang bekerja diberikan upah sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR). Dengan demikian, pemilik lahan, pekerja dan investor sama-sama diuntungkan.

"Jika ini berjalan lancar, maka secepatnya akan dibuat percontohan 20 hektar di beberapa titik untuk melihat hasilnya. Setelah hasilnya dianggap bagus maka akan dilanjutkan 2 ribu hektar hingga kemudian mencapai 10 ribu hektar," ungkap Daniel. Komisi IV DPR RI yang membidang pertanian, kelautan, kehutanan dan lingkungan hidup ini berkomitmen untuk mengembangkan program food estate. "Diharapkan Pemda menyiapkan lahan seribu hektare. Membangun industri pertanian butuh 10 hektar. Itu yang kami butuhkan. Jika disetujui oleh Pemda, kita akan mengikuti arahan dan tahapan selanjutnya," ujarnya.

Menanggapi akan masuknya investor di sektor pertanian, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto, menyambut baik. "Kami berharap ini serius dan berlanjut. Kami sangat membuka kesempatan investor yang masuk, mudah-mudahan membawa kemakmuran masyarakat Ketapang," katanya saat memimpin rapat kemarin.

Ia menjelaskan, Ketapang memang menjadi daerah yang selalu menjadi tempat pengembangan program skala nasional, salah satunya food estate yang sebelumnya dikembangkan oleh Dahlan Iskan. Ketapang dipilih karena menjadi daerah tersukses di Kalbar. "Mudah-mudahan ini berjalan lancar," harapnya.

Sementara itu, pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang, P Devie Frantito, juga mendukung program tersebut. Akan tetapi, terlebih dahulu ia ingin mengetahui seperti apa langkah-langkah yang detail dari investor tersebut. Hal tersebut sebagai modal untuk disampaikan kepada petani. "Karena petani kita memikirkan mana yang lebih cepat mendapatkan uang, itu yang akan dilakukan," katanya. "Pada intinya kami setuju, karena ini demi memajukan pertanian dan mensejahterakan masyarakat Ketapang," lanjutnya. (afi)

Berita Terkait