Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Tingkatkan Produktivitas Pertanian

  Jumat, 5 February 2016 08:53
PANEN: Bupati Kubu Raya, Rusman Ali secara simbolis turut melakukan panen perdana di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya. Foto Ashri Isnaini/pontianak post

Berita Terkait

KUBU RAYA – Peningkatkan produktivitas sektor pertanian terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menyatakan salah satu cara yang akan dilakukan untuk mendukung peningkatan hasil produksi padi yakni dengan mengoptimalkan pemberian bantuan benih, pupuk, alat pertanian dan sejenisnya bagi para petani di Kubu Raya.

“Agar bantuan yang diberikan itu tepat sasaran, sejak awal telah saya tugaskan dinas terkait untuk memberikan bantuan bagi petani dengan sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa lebih tepat sasaran,” kata Rusman Ali saat menghadiri panen raya padi hazton dan padi penangkar benih Gapoktan Sri Rahayu di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya, Kamis (4/2).

Penanaman padi dengan sistem Hazton sendiri di Kubu Raya hingga saat ini masih dalam tahap uji coba, namun karena hasil cukup baik, kata Rusman Ali secara bertahap dirinya akan mengupayakan untuk mengioptimalkan penerapan sistem Hazton tersebut disetiap kecamatan yang berpotensi di Kubu Raya.Sementara itu Ketua Gapoktan, Sri Rahayu, Anung Sopandi menyatakan dalam panen kali ini kelompok taninya menggunakan sekitar 1,5 hektar lahan  untuk panen padi dengan sistem hazton dan 5 hektar lahan yang digunakan untuk panen padi penangkar benih.

Gapoktan Sri Rahayu tersebut hingga saat ini memiliki sekitar 15 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 25 hingga 30 orang.“Informasi terakhir  yang saya dapat, total lahan pertanian yang ada di Desa Parit Baru masih ada sekitar 250 hektar lagi. Jadi kami sangat berharap ada dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam memberikan bantuan sektor pertanian sesuai dengan kebutuhan kami di lapangan,” harapnya.

Dalam musim tanam tahun lalu, Anung mengaku Gapoktan yang dipimpinnya memang sempat mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat namun sedikit telat, misalnya saja jarak atau rentang waktu saat memberikan benih dan pupuk cukup lama. Sehingga petani setempat harus mencari solusi lain agar hasil produksinya memuaskan. “Alhamdulillah walau bantuan datangnya telat namun, kami tetap bisa menghasilkan padi sesuai dengan target yang telah kami tentukan,” ungkapnya.

Tidak hanya bantuan berupa materi Anung Sopandi juga berharap pemerintah daerah melalui tenaga penyuluh lapangan bisa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki petani lokal. “Saat  untuk mendapatkan bantuan tertentu sepert bantuan alat pertanian dan sejenisnya kami diwajibkan membuat proposal usulan pengadaan alat yang dibutuhkan. Kalau bisa kedepan kami juga dilatih sehingga bisa lebih mandiri dalam membuat prosposal dan mengelola lahan pertanian yang kami usahakan,” harapnya. (ash)

Berita Terkait