Tingkatkan Produksi Pertanian

Tingkatkan Produksi Pertanian

  Kamis, 18 February 2016 09:19
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendapatkan alokasi cetak sawah baru seluas 5.000 hektar yang tersebar disejumlah desa di Kubu Raya sepanjang tahun 2016.“Dari lima 5.000 hektar tersebut, sebanyak 2.000 hektar telah dilakukan survey investigasi Desain(SID) dan lahan tersebut sudah dilakukan titik koordinatnya survei desain lapangan yang siap untuk ditanami,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya, Gandhi Setyagraha.

Menurutnya lahan yang akan dilakukan cetak sawah, lebih banyak terdapat di Kecamatan Batu Ampar, Kubu, Sungai Kakap dan Sungai Raya. Sedangkan sisanya yang 3000 hektar menyusul yang rencananya ditempatkan kecamatan Rasau Jaya, Kuala Mandor B, Sungai Ambawang dan Teluk Pakedai.“Untuk cetak sawah yang paling besar ada di Kecamatan Batu Ampar. Kami memilih Batu Ampar, karena memiliki luas lahan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian,” jelasnya.

Selain itu di Batu Ampar, minat dan potensi masyarakat setempat dalam mengembangkan sektor pertanian cukup baik,lantaran wilayah tersebut yang sebagian besar masyarakatnya berasal dari masyarakat transmigrasi, seperti desa Sumber Agung, Sungai Kerawang dan Muara Tiga.Rencana lokasi cetak sawah sebesar 5000 hektar tersebut merupakan lahan-lahan yang belum pernah digarap, namum berstatus di Areal Penggunaan Lain(APL). Nantinya lokasi cetak sawah ini, mekanismenya akan dikelola pihak kelompok tani yang sudah dibentuk masyarakat setempat.

"Setelah lahan sudah dibuka untuk cetak sawah selama tiga atau empat bulan, maka kelompok tani baru bisa melakukan penanaman. Tetapi semuanya melalui proses, karena melihat kondisi tanah di Kubu Raya kebanyakan masih gambut yang memiliki konsetrat atau keasaman yang cukup tinggi. Maka perlu dikerjakan secara khusus,” ungkapnya.Adanya peluasan areal pertanian di Kubu Raya, diharapkan Gandhi ini menunjang peningkatan produktivitas pertanian. “Dengan alokasi cetak sawah sebesar 5.000 hektar ini kami menargetkan minimal hasil produksi padi sebanyak 5 ton perhektar setiap kali panen,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait