Tingkatkan Pendapatan Pajak Walet

Tingkatkan Pendapatan Pajak Walet

  Senin, 2 November 2015 11:40

Berita Terkait

KUBU RAYA – Selain memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, mulai tahun ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga tengah meningkatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki.“Saya yakin hingga sekarang masih cukup banyak potensi pajak yang belum optimal tergali makanya mulai tahun 2016 mendatang kami akan lebih gencar meningkatkan realiasasi pendapatan pajak, retribusi hingga pendapat asli daerah di Kubu Raya,”kata Hermanus.

Agar target peningkatan pendapatan daerah terealisasi tentunya kata dia juga harus dibarengi dengan adanya peningkatan program kerja, berbagai sistem dan pengawasan di lapangan, sehingga semua target pendapatan pajak bisa lebih optimal tergali.Tidak bisa dipungkiri hingga sekarang kata Hermanus masih terdapat sejumlah potensi pajak yang belum maksimal tergali seperti pajak bahan galian C, pajak bumi dan bangunan hingga pajak sarang burung walet. “Untuk meningkatkan pendapatan pajak tersebut, mulai tahun ini proses pemutakhiran data terus kami tingkatkan,”tegasnya.

Menurutnya selama ini dari total semua pengusaha walet di Kubu Raya yang baru terdata yakni hanya sekitar 45 ribu pengusaha walet. “Kalau dikalkulasikan saya prediksi bisa saja terdapat lebih dari 200an ribu lebih data wajib pajak sarang burung walet yang belum terdata. Untuk merangkul pengusaha yang belum terdata itu makanya proses pemutakhiran terus kami lakukan,” ucapnya.

Untuk pendapatan pajak sarang burung walet kata Hermanus pada tahun 2015 saja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya hanya menargetkan sekitar Rp5juta saja dari pajak burung walet. Jika dibandingkan dengan Kota Pontianak kata dia target tersebut sangat jauh berbeda. “Kalau tidak salah Kota Pontianak target pajak sarang burung waletnya sekitar Rp900 juta dan informasi yang saya dapat kalau tidak salah sudah terealisasi sekitar Rp100 juta,” ungkapnya.

Karenanya kedepan dia berjanji akan mengupayakan peningkatan pajak dari sarang burung walet di Kubu Raya. “Saya yakin selama ini masih banyak pelaku sarang burung walet yang belum memberikan konstribusi bagi penerimaan pajak di Kubu Raya, lantaran belum terdata atau membuat perizinan. Di tahun 2016 mendatang saya berharap dinas terkait bisa lebih gencar untuk menarik objek pajak dari sarang burung walet,” ungkapnya.Disinggung soal kendala, salah saunya kata Hermanus yakni hingga sekarang masih banyak pelaku sarang burung walet di Kubu Raya yang belum memiliki izin usaha secara lengkap, sementara keberadaan sejumlah usaha burung walet tersebar cukup dekat dengan pemukiman penduduk.“Tidak hanya sekedar mempermudah proses perizinan, untuk mengoptimalkan penarikan pajak sarang burung walet ini kedepan saya nantinya juga akan mengupayakan pembenahan prosedur, perizinan dan sejenisnya terkait proses penarikan sejumlah sektor pajak,”pungkasnya. (ash)

 

Berita Terkait