Tingkatkan Penanganan Kasus Korupsi di Kalbar

Tingkatkan Penanganan Kasus Korupsi di Kalbar

  Jumat, 11 December 2015 08:59
Hari Anti Korupsi : Ketua LAKI Burhanudin Abdullah membagikan stiker, kaos dan pin di persimpangan lampu merah Untan untuk memperingati Hari Anti Korupsi. RAMSES/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
PONTIANAK—Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat bersama Laksar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) membagikan stiker, kaos dan pin di persimpangan lampu merah Untan untuk memperingati Hari Anti Korupsi, siang kemarin.

Meski diguyur hujan, pegiat anti korupsi tetap membagikan stiker, kaos dan pin ke sejumlah pengendara. Baik itu pengendara roda empat dan roda dua. Ketua LAKI Burhanudin Abdullah menyebutkan jika seluruh masyarakat, aktivis anti korupsi, KPK dan kejaksaan ikut memperingati hari ini. “Artinya tidak hanya di Pontianak saja, tapi juga di seluruh Indonesia,” kata Burhanudin.

Dari peringatan ini, Burhanudin mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas korupsi. Peran yang dilakukan masyarakat bisa dengan melaporkan tindak pidana korupsi ke aparat penegak hukum.  Menurutnya hal ini dilakukan karena mengingatkan korupsi menimbulkan dampak negatif yang sangat besar. Di antaranya korupsi itu dapat menghambat pembangunan nasional. Merusak tatanan kehidupan perekonomian Indonesia. “Tentunya kita berharap Indonesia harus lebih baik. Jadi mari bersama-sama memberantas korupsi,” ujar dia.

Burhanudin pun memberikan apresiasi ke aparat penegakan hukum yang sudah memberantas tindak pidana korupsi. Meskipun di sisi lain masih ada kasus yang belum tuntas. “Karena itu dengan pergantian Kajati ini maka jangan sampai kehilangan taring. Harus lebih tajam untuk Kalbar. Karena kita tahu masih banyak kasus yang mesti dituntaskan,” pesan dia.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Supriadi menyebutkan pihaknya juga ikut turun ke jalan untuk memperingati hari anti korupsi. Dalam peringatan Kejaksaan Tinggi melibat LAKI yang konsen terhadap kasus-kasus korupsi. “Kami tetap berharap pengungkapan kasus korupsi bisa meningkat lagi,” kata dia.

Sepanjang tahun ini, sebut dia, ada 70 kasus korupsi dalam penyelidikan Kejaksaan Tinggi Kalbar. Sedangkan tahap penyidikan ada 50 kasus. Tahap penuntutan ada 25 kasus dan 73 kasus yang sudah dieksekusi. Dari jumlah itu ada uang negara yang berhasil diselamatkan sekitar 4.353.971.155. “Paling banyak di daerah Ketapang dan paling rendah di Landak. Tersangkanya beragam dari mantan kadis hingga rakyat biasa,” pungkasnya. (mse/ser)

 

Berita Terkait