Tingkatkan PAD, SKPD Diminta Serius

Tingkatkan PAD, SKPD Diminta Serius

  Sabtu, 21 May 2016 09:14

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH kembali memimpin Rapat Tim Kerja Ekonomi, Kamis (19/5) lalu di ruang rapat Pendopo Bupati Ketapang. Tim Kerja Ekonomi yang dibentuk dalam masa kepemimpinannya ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ketapang.

Kabupaten Ketapang yang memiliki luas wilayah kurang lebih 31 ribu kilometer persegi, dengan 20 kecamatan dan 250-an desa, APBD hanya Rp1,9 triliun, PAD hanya Rp89 miliar, diakui Bupati, sangat menyulitkan pemerintahan untuk melaksanakan pembangunan di kabupaten ini. “Karena 1,9 triliun (rupiah) itu sudah termasuk belanja tidak langsung,” aku Bupati.

Pada Rapat Tim Kerja Ekonomi ini, di samping dihadiri oleh para kepala SKPD yang terkait dengan pendapatan, baik pajak daerah dan restribusi daerah, juga dihadiri para asisten Sekretariat Daerah (Setda) Ketapang, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Kepala Bagian Ekonomi, serta Kepala Bagian Humas. Hadir juga pada rapat ini Tim Padu Serasi, yang beberapa anggotanya melakukan semacam studi banding ke Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 8 – 12 Mei lalu.

H Uti Rosian yang hadir pada rapat ini, menjelaskan bahwa APBD Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai Rp5,7 triliun, dengan luas wilayahnya hanya 27 ribu kilometer persegi. Menurutnya, Kabupaten Kutai Kartanegara sangat inovatif denganb mengenakan beberapa pajak dan restribusi daerah.

Secara struktur organisasi, untuk mengefektifkan pemungutan pajak dan restribusi daerah, dijelaskan dia bagaimana Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membentuk UPT Perpajakan di beberapa wilayah. Satu hal yang menarik, menurutnya, di sana kabupaten bekas Kerajaan Kutai tersebut, menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Investasi. Perda tersebut, diungkapkan dia, mengatur agar setiap investasi yang masuk ke kabupaten tersebut, apakah penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA), wajib melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan badan usaha milik daerah (BUMD) setempat. “Dari situlah pundi-pundi PAD bertambah,” paparnya.

Sementara Bupati Martin Rantan setelah meminta penjelasan pada beberapa SKPD yang hadir pada pertemuan tersebut, menegaskan agar mereka serius dalam bekerja. “Kalau serius, pasti bisa, pasti ada peningkatan, banyak potensi-potensi kita, hanya belum digarap secara optimal,” tandas mantan anggota legislatif tersebut.

Bupati juga meminta kepada SKPD yang masuk dalam Tim Kerja Ekonomi, untuk mendesain potensi-potensi yang ada, demi peningkatan PAD. Hal ini, menurut dia, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. “Pertemuan ini masih prakondisi, nanti pada pertemuan berikutnya, saya minta masing-masing untuk dapat memaparkan desain potensi tersebut,” pintanya. (afi)

 

Berita Terkait