Tingkatkan Kualitas Sekolah Sepak Bola , Indonesia Muda Belajar ke Semarang

Tingkatkan Kualitas Sekolah Sepak Bola , Indonesia Muda Belajar ke Semarang

  Kamis, 11 February 2016 09:47
PERSAHABATAN : Kesebelasan Indonesia Muda Pontianak (seragam merah) bersama SSB Ragunan Jakarta saat pertandingan persahabatan akhir tahun 2015 kemarin. A Rakhman Hudri SIp (paling kiri bertopi), Pelatih IM akan ikut belajar ke Jawa Tengah mendirikan sekolah sepak bola di Kalbar

Berita Terkait

PONTIANAK-Lesunya persepak bolaan Kota Pontianak imbas dari pembekuan PSSI tidak membuat tim Sepak Bola Indonesia Muda (IM), Kota Pontianak justru vakum. Untuk memperbaiki kualitas pemain, beberapa pengurus berangkat untuk mengikuti kegiatan pusat IM yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah, dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sekolah sepak bola di Pontianak.

Ketua Umum IM Kota Pontianak, Hidayat mengungkapkan, keberangkatan perwakilan IM Kota Pontianak ke Semarang untuk menghadiri undangan IM pusat.  Pelatih IM  A.Rakhman Hudri Sip dan Agus pemain andalan IM juga akan berangkat.“Dalam bahasan nanti salah satunya adalah tentang sekolah sepak bola” ujarnya kepada Pontianak Post, Rabu kemarin.Di Pontianak, IM sudah banyak mencetak banyak pemain sepak bola berbakat. Bahkan beberapa diantaranya justru masuk ke dalam tim Persipon. Itu dapat dicapai, dikarenakan IM terus melakukan pembinaan terhadap pemain di beberapa jenjang umur. Di mulai dari umur 12, 15 sampai 19 tahun.

Dalam pertemuan nanti akan membahas pengelolaan sekolah sepak bola dengan berbagai sudutu pandang, mulai dari pelaksanaan teknis sampai inti bagaimana sepak bola dapat berkembang di Pontianak.Untuk kegiatan awal, IM Pontianak berencana akan mengikuti turnamen antar IM  seluruh Indonesai dengan jumlah klub berpartisipasi ada 40 tim IM dari seluruh Indonesia. Hal itu untuk meningkatkan bibit pemain IM di Pontianak.

Untuk animo sepak bola di Pontianak, ia melihat terus bergejolak. Meski PSSI dibekukan, khusus IM tidak terlalu berpengaruh. “Meski kompetisi saat ini kurang, kami tetap latihan continue sesuai jadwal,” ungkapnya.Meski IM belum sering merasakan juara di tiap kompetisi, tetapi dalam beberapa turnamen IM selalu masuk di urutan tiga besar tim papan atas PSSI Kota Pontianak. Namun ke depan ia berkeyakinan bahwa IM dapat merajai persepak bolaan Kota Pontianak, karena sudah beberapa tahun terakhir mereka konsisten mendidik pesepak bola usia muda. “2 tahun ke depan saya yakin kami bisa juara dalam berbagai turnamen,” ungkapnya.

Sekembalinya perwakilan IM Pontianak dari Semarang ia yakin pengurus IM lebih semangat untuk membentuk tim IM lebih kuat. Semoga pengetahuan dari Semarang dapat diterapkan di Pontiabnak dengan tujuan untuk mencari bibit sepak bola Kota Pontianak.(iza)

Berita Terkait