Tingkatkan Investasi di Indonesia

Tingkatkan Investasi di Indonesia

  Selasa, 17 May 2016 10:08
FORUM BISNIS : Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo menghadiri forum bisnis bersama delegasi Kadin Indonesia di Seoul, Senin (17/6). (Foto : Kadin for Pontianak Post)

Berita Terkait

Kadin Indonesia Bersama Presiden RI ke Korea Selatan 

SEOUL -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Eddy Ganefo bersama delegasi Kadin Indonesia menghadiri forum bisnis di Seoul, Korea Selatan, bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu. 

Kadin Indonesia hari ini, Selasa (17/5), menjadwalkan pertemuan  dengan Kadin Korsel dan Korea Cyber Hankuk.

Eddy mengatakan, Indonesia memiliki peranan penting di kawasan Asia yang merupakan panggung ekonomi sangat penting di dunia.  Sebab, kawasan Asia  dihuni oleh 4,5 miliar penduduk dunia. Bahkan, dua dari tiga negara dengan ekonomi terbesar di dunia ada di Asia yaitu Tiongkok dan Jepang, setelah Amerika Serikat. 

Nah, Eddy menjelaskan, dengan gambaran seperti itu maka Indonesia sebagai bagian dari Asia, merupakan negara yang dapat menjadi panggung ekonomi terpenting dan terakhir. 

"Karena potensi ekonomi yang tersedia sangat besar dan juga dari segi jumlah penduduk," kata Eddy Ganefo, Senin (16/5) dalam keterangannya. 

"Oleh karena itu kini saatnya para investor dunia dan terutama Korea Selatan untuk meningkatkan investasinya di Indonesia," timpal Eddy. Ia menjelaskan, para investor asal Korsel telah selama 20 tahun berusaha di Indonesia. Ke depan, Eddy menegaskan, Kadin akan berupaya mengajak investor Korsel untuk lebih banyak berinvestasi di dalam negeri. Sebab, lanjut Eddy, potensi perekonomian maupun investasi di Indonesia semakin baik. "Karena itu kami akan mengajak lebih banyak investor lagi masuk ke Indonesia," ungkap pengusaha asal Palembang, Sumatera Selatan, ini. 

Eddy optimis bahwa upaya itu akan berhasil mengingat Indonesia memiliki banyak potensi bisnis yang besar. Seperti diketahui, Presiden Jokowi pada Senin (16/5) melakukan temu bisnis dengan bersama ratusan pengusaha asal Korsel. "Intinya akan ada 2 cluster besar. Satu cluster pertemuan bisnis, kedua yang kenegaraan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya. 

Menurut Retno, dalam Forum Bisnis Presiden akan berdiskusi bersama 400-500 pengusaha di Korsel yang membahas potensi kerja sama perdagangan dan investasi bilateral. 20 taipan bisnis asal Korsel memiliki latar belakang bisnis yang beragam. Antara lain garmen , alas kaki, energi baru dan terbarukan, industri kreatif serta industri hiburan .  (ody)

Berita Terkait