Tingkatakan Kualitas SDM dengan Budaya Membaca

Tingkatakan Kualitas SDM dengan Budaya Membaca

  Selasa, 10 May 2016 09:30
BACA: Anak-anak di taman bacaan yang diresmikan, kemarin. HUMAS PEMKOT FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia yang terletak di Komplek Masjid Jami Pontianak diresmikan, Senin (9/5) pagi. Taman bacaan yang dibuat Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polda Kalbar bersama Pemkot Pontianak dan Perpusda Kalbar ini diharapkan menjadi momentum awal penataan Kampung Beting. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Upaya menghilangkan stigma negatif yang seolah melekat dengan Kampung Beting terus dilakukan. Semua pihak bersinergi untuk dapat mewujudkannya. Salah satu cara adalah meningkatkan ilmu dan moralitas anak-anak di sana, yaitu memperkenalkan budaya gemar membaca. Maka dibangunlah sebuah taman baca di lingkungan Masjid Jami Pontianak. 

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan, Kota Pontianak yang tak memiliki banyak Sumber Daya Alam (SDA) tentu sangat berharap pada Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. “SDA di kota ini paling hanya Sungai Kapuas, itu juga jika bisa dikatakan SDA, untuk itu generasi muda ke depan harus kreatif dan memiliki SDM yang baik,” katanya.

Dia juga mengharapkan, penataan Kampung Beting bisa melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Kepolisian dan TNI, seperti pencanangan taman bacaan ini. Dalam meningkatkan minat baca generasi muda dan mewujudkan kualitas SDM yang lebih baik di Kota Pontianak, tahun ini pemkot juga akan membangun taman bacaan di taman-taman kota. “Seperti di Taman Digulis, Alun-alun Kapuas dan Taman Akcaya,” tambah Sutarmidji.

Sementara itu, Kepolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto juga mengungkapkan ini merupakan momentum bersama untuk membangun Kampung Beting yang lebih baik. “Sumber daya manusia sebagai aset yang tak ternilai harus dibangun. Sehebat apapun fasilitas yang dibangun jika manusianya tidak dibangun dulu, fasilitas itu tidak ada gunanya,” terangnya. 

Dengan adanya taman bacaan ini diharapkan bisa mengubah stigma negatif. “Sehingga hari ini polisi datang bukan lagi menggrebek tapi mengajak warga membangun bersama,” ucapnya.

Arief menilai Kampung Beting sebenarnya merupakan tempat yang baik. Hanya saja stigma negatif terlanjur melekat dan oleh karenanya dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menghilangkannya. Dia pun mengaku siap mendukung Pemkot Wali Kota yang akan segera melakukan penataan kampung ini secara menyeluruh. 

Salah satu tokoh masyarakat di sana, Syarif Selamat Joesoef Alkadrie merasa bersyukur daerahnya mendapat perhatian lebih dari berbagi pihak. Termasuk dengan pembangunan rumah baca ini. 

“Fasilitas ini bisa mendukung dalam menangkal hal-hal negatif, saya harap dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Para orang tua juga harus mau mengajak anak-anaknya agar senang membaca,” harapnya.**

 

Berita Terkait