Tinggalkan Bertani Pola Lama

Tinggalkan Bertani Pola Lama

  Senin, 1 Agustus 2016 09:30
POLA BARU: Pertanian dengan pola baru, hasil maksimal. ISTIMEWA

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir meminta kepala desa, pemuka masyarakat dan tokoh agam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk tidak membakar hutan dan lahan (Karhutla). Meminta masyarakat untuk tinggalkan pola berladang pindah-pindah dengan cara membakar lahan, beralih pada bertani menetap dengan cara bersawah.

 
Bupati Kapuas Hulu dua priode ini mengakui kalau masyarakatnya memang sangat sulit menerima instruksi presiden yang melarang masyarakat membakar hutan dan lahan/ladang.Mengingat, selama ini masyarakat sudah terbiasa membuka lahan dengan cara membakar. "Masyarakat memang sulit menerima,  tapi jika diberikan pemahaman mereka pasti bisa menerimanya larangan ini," terangnya.

Dikatakan Nasir, membuka lahan dengan cara membakar sudah dilaksanakan ratus tahun yang lalu hingga sekarang. Akan tetapi keadaan sekarang sudah tidak cocok dengan kondisi yang ada saat ini, sehingga harus mengubah pola, dari yang konvensional ke modern. "Cara membuka lahan yang dulu itu sudah tidak cocok lagi dengan kondisi saat ini, karena alam dan zaman sudah berubah," tuturnya.

Nasir mengatakan, setiap kali musim kemarau kabut asap sering melanda, sehingga berdampak pada sendi-sendi kehidupan. Seperti anak sekolah yang terpaksa diliburkan karena kabut asap, kemudian pesawat yang tidak bisa terbang dikarenakan kabut asap yang menyelimuti udara. Hubungan negara Indinesia dengan negara lain terganggu, demikian dengan aktivitas masyarakat dan kegiatan lainnya.

"Dampak kabut asap itu luar biasa dan itu sudah kita alami bersama, transportasi udara terganggu, sekolah diliburkan,"katanya. Ia meminta kepada masyarakat agar perlahan meninggalkan cara pembukaan lahan dengan membakar dan dapat memahami instruksi Presiden. Untuk memberikan pemahaman pada masyarakat dibutuhkan kerjasama antara Kapolsek, Camat, Danramil, serta Kades.

Politisi PPP ini mengatakan, dengan adanya larangan membakar hutan dan lahan ini, jika masyarakat meminta solusi agar Pemda memberikan beras dan uang, Pemda tidak akan mampu dan itu bukan solusi. “Anggaran daerah sangat terbatas, untuk solusi perlahan memang kami upayakan dipenuhi yakni dengan membuka pencetakan lahan sawah baru disemua kecamatan di Kapuas Hulu," katanya.

Bupati meminta, agar dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait instruksi presiden tersebut, tak terjadi hal yang tak diinginkan seperti adanya benturan dengan masyarakat. Perangkat desa dan kecamatan menggunakan pendekatan lebih baik. "Kalau ada yang membakar walaupun kami di kabupaten tidak tahu, pusat pasti tau karena mereka itu menggunakan satelit,"katanya.(aan)

Berita Terkait