Tinggal Menunggu 25 April

Tinggal Menunggu 25 April

  Jumat, 22 April 2016 09:00
SELEBRASI: Pemain Juventus Paulo Dybala (kanan) saat berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Lazio di laga yang berlangsung di "Juventus Stadium" (20/4). MARCO BERTORELLO / AFP

Berita Terkait

Juventus 3 vs Lazio 0

TURIN – Juve, la festa scudetto è pronta. Sportmediaset dengan konfiden memasang judul tersebut di dalam headline-nya kemarin WIB. Headline itu menegaskan bahwa Juventus sudah bersiap merayakan gelar scudetto-nya musim ini. Keyakinan itu datang setelah Juventus menghantam Lazio tiga gol tanpa balas di Juventus Stadium, Turin, Kamis dini hari kemarin WIB (21/4). 

Tambahan tiga poin ini menjaga gap Si Nyonya Tua – julukan Juventus – dengan Napoli dalam perburuan scudetto di angka sembilan poin. Juventus di puncak klasemen dengan 82 poin, lalu Napoli mengikutinya dengan 73 poin. ''Fokus kami ada di Florence,'' ungkap allenatore Juventus Massimiliano Allegri sebagaimana dikutip dari situs resmi klub. 

Di giornata ke-35 pada 25 April mendatang, klub juara bertahan Serie A tersebut akan melawan Fiorentina di Artemio Franchi. Dibandingkan dengan beban Juventus, Napoli relatif lebih susah karena harus mengalahkan AS Roma di Olimpico. Di atas kertas, hasil imbang di Olimpico akan mempercepat pesta scudetto Juventus. 

Tidak perlu lagi menunggu sampai menjamu Carpi pada giornata ke-36 (1/5), pesta sudah dapat dilakukan di Artemio Franchi jika Napoli tertahan. Itulah mengapa Allegri meminta pemainnya supaya tetap fokus. ''Kalau bisa, jangan pedulikan Napoli. Toh kalaupun mereka dapat memenangi semua laga tersisa kami hanya butuh empat poin untuk scudetto,'' klaim Allegri. 

Juventini – sebutan fans Juventus – harus berterima kasih kepada Paulo Dybala. Bomber yang berkebangsaan Argentina tersebut memborong dua dari tiga gol kemenangan Juventus. Dybala menjadi pembeda masing-masing pada menit ke-52 dari titik putih, dan menutup pesta gol Juventus pada menit ke-64. 

Sedangkan satu gol kemenangan Juventus lainnya dipersembahkan Mario Mandzukic yang jadi pembuka pesta pada menit ke-39 memanfaatkan umpan Paul Pogba. Ini kali kedua beruntun Juventus mampu memenangi laga di Serie A dengan skor telak. Sebelum menggunduli Lazio, Juventus terlebih dahulu menggilas Palermo 4-0 (17/4). 

''Dan yang paling terpenting dari pertandingan malam ini, kami tidak kebobolan lagi. Defense kami berhasil mengontrol potensi laga-laga yang sulit dengan baik. Game by game performa tim ini terus mengalami peningkatan. Berikutnya, adalah tugas saya untuk menjadikan semua ini jauh lebih baik,'' tutur pelatih yang sudah memberi satu gelar scudetto bagi Juventus musim lalu itu. 

Whoscored mencatat, ada statistik berbahaya yang disiapkan Juventus bagi Fiorentina dan tiga lawan terakhirnya di Serie A. Agresivitas serangan Gianluigi Buffon dkk naik hampir dua kali lipatnya. Efektifitas serangan 37,5 persen saat mengalahkan Palermo pun naik drastis menjadi 63,1 persen begitu menggilas Lazio. 

Bek Andrea Barazgli meminta rekan-rekannya untuk tidak terlena dengan dua hasil bagusnya ini. Ingat, La Viola – julukan Fiorentina – klub dengan agresivitas tertinggi keempat di Serie A dengan 55 golnya. Dari jumlah itu, 60 persen gol tim asuhan Vicenzo Montella tersebut terjadi di kandangnya sendiri. 

Barzagli menilai serangan-serangan Fiorentina bakal menyulitkan defense Juventus di Artemio Franchi. ''Setidaknya setelah malam ini kami bisa memetik pelajaran selangkah lebih maju. Tidak akan mudah mempertahankan performa kami ini, tapi kami akan mencobanya,'' koar bek tengah yang berusia 34 tahun tersebut. 

Sementara, kepada Corriere dello Sport, Simone Inzaghi menyalahkan pemainnya yang tidak mampu menjaga konsentrasi. Selain kartu merah yang didapatkan Patricio Gabbaron pada menit ke-49, hukuman penalti yang didapatkan pada menit ke-51 juga tidak lepas dari ketidak konsentrasian pemain asuhannya. 

Padahal, lanjut saudara kandung mantan pemain Juventus Filippo Inzaghi itu, dirinya sebelum laga sudah mengingatkan itu kepada pemainnya. ''Ah sudahlah, semua sudah terjadi. Kami tidak bisa mengulangnya lagi. Sekarang bagaimana caranya kami bisa bangkit dari empat laga kami yang tersisa,''  tegasnya. Lazio masih tercecer di posisi kedelapan dengan 30 poin. (ren)

Berita Terkait