Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar; Garuda Muda Waspadai Trisula

Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar; Garuda Muda Waspadai Trisula

  Senin, 12 September 2016 13:27
FOTO HENDRA EKA/JAWA POS

Berita Terkait

HANOI—Sepakbola Indonesia kembali ke pentas dunia. Piala AFF U-19 tahun ini menandai kembalinya timnas Indonesia di panggung sebuah kejuaraan internasional. 

Pelatih Timnas U-19 Eduard Tjong telah memberikan treatment khusus terhadap pemain-pemainnya ‎jelang laga kontra Myanmar U-19 di Vietnam Youth Training Centre, Hanoi, Senin (12/9) malam nanti. 

Perlakuan itu berupa membiasakan pemain diserang oleh tim latihan Timnas yang menggunakan formasi 4-3-3. 

"Myanmar dalam setiap pertandingan, data yang saya punya memainkan pola 4-3-3. Mereka pasti main nyerang, main mengandalkan pemain sayap yang menusuk ke dalam," kata Edu, via pesan singkat, jelang pertandingan.

Dengan pemahaman cara bermain seperti itu, maka otomatis trio lini depan akan mendapatkan penjagaan tersendiri, full back Timnas nantinya tak akan mudah naik, untuk melakukan cover pertahanan di sektor sayap. 

Dari kebiasaan pelatih Myanmar, Myo Hlaing Win, tiga pemain depan yang kerap menjadi pilihannya adalah Aung Pyae Ko, Shwe Ko‎, dan Thet Paing. 

"Pemain depan mereka punya kecepatan. Kami harus waspadai mereka, dengan tetap pemain yang lain fokus untuk antisipasi pemain lini kedua," tuturnya.

Laga ini cukup penting bagi Indonesia karena untuk lolos, setidaknya melawan Myanmar mereka mampu menang, kemudian mendulang poin lawan Thailand, dan Australia yang menjadi lawan kedua dan ketiga.

"Ya, kami ingin pemain bisa lepas, tanpa beban. Mereka tak diunggulkan, lawan yang difavoritkan, justru mereka harus bisa lepas," paparnya. 

Antusiasme tidak hanya dirasakan pencinta timnas. Myanmar yang menjadi lawan timnas U-19 pun memberikan atensi.  

Hal itu diungkapkan pelatih Myanmar U-19 Myo Hlaing Win. 

Myo menilai, mati surinya persepakbolaan Indonesia setelah pembekuan PSSI oleh Kemenpora pada April 2015 tidak membuat timnas berlambang Garuda itu melemah.

Menurut Myo, Indonesia masih merupakan timnas dengan banyak bakat belia brilian. 

Capaian Indonesia kala menjadi kampiun AFF U-19 pada 2013 menjadi salah satu faktornya. 

Dan, untuk partisipasi tahun ini, masih ada alumnus saat juara tiga tahun silam, yakni striker Dimas Drajad.

’’Saya kira, mereka (Indonesia) tidak akan lemah hanya karena sanksi tersebut. Justru mereka akan habis-habisan membuktikan bahwa sanksi itu bukan penghambat jalan berprestasi. Ingat, mereka pernah besar di sepak bola ASEAN,’’ kata Myo.

Pelatih 43 tahun itu lantas merujuk pengalamannya saat menjadi penggawa timnas Myanmar. 

Tepatnya 18 tahun lalu di Piala Tiger (nama lama Piala AFF). Myanmar yang satu grup dengan Indonesia di grup A harus rela menerima kenyataan pahit timnya dibabat 2-6 dalam matchday kedua. 

Kala itu, dua gol Myanmar diborong Myo. Bahkan, Myo kemudian menjadi top scorer dengan mengoleksi empat gol

’’Saya masih ingat betul. Kekuatan Indonesia kala itu sangat hebat. Saya berteman dengan beberapa pemain di antara mereka,’’ ucap Myo. 

’’Saya percaya akan kebangkitan Indonesia,’’ tandasnya.

(dkk/jpnn)

Perkiraan Pemain

Indonesia (4-2-3-1): 1-Awan Setho (g); 15-Habibi, 19-Hanif Abdurrauf, 5-Bagas Adi(c), 3-Arizky Wahyu; 14-Asnawi Mangkualam, 18-Chrystna Bhagascara; 9-Saddil Ramdani, 21-Sandi Pratama, 11-Pandi Lestaluhu, 7-Dimas Drajad

Pelatih: Eduard Tjong

Myanmar (4-3-3): 1-Phone Thitsar Min(g); 2-Hein Phyo Win, 4-Ye Yint Aung (c), 23-Min Ye Htut, 3-Ye Min Thu; 6-Aung Nain Win, 7-Myat Htun Thit, 20-Thet Aung; 9-Shwe Ko, 17-Aung Kaung Mann, 10-Sa Aung Pyae Ko

Pelatih: Myo Hlaing Win

Stadion: Vietnam Youth Football Training Centre, Hanoi

Live: RCTI pukul 16.00 WIB

 

 

Berita Terkait