Tim Independen akan Survei Lahan Warga

Tim Independen akan Survei Lahan Warga

  Kamis, 19 November 2015 09:53
HANCUR LEBUR: Kondisi sebagian ruas jalan di Kecamatan Sajingan ketika musim penghujan seperti saat ini. kondisi jalan yang masih berupa tanah menjadikannya seperti medan offroad. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KALIAU – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Sambas menyosialisasikan kepada masyarakat Kecamatan Sajingan Besar masalah pembebasan lahan, yang dipusatkan di SMKN 1 Sajingan Rabu (18/11) kemarin. Pembebasan tersebut dimulai dari titik nol (0) batas hingga Simpang Tanjung Dusun Senatap, sekitar 11,175 kilometer

Sebanyak 280 orang yang hadir pada sosialisasi tersebut ingin mengetahui tentang harga pembebasan lahan yang akan dibayar pemerintah.  “Sebenarnya pada sosialisasi itu bahwa masyarakat hadir untuk mengetahui terkait harga rumah dan lahan permeternya untuk pembebasan lahan, namun tetapi pemerintah terkait tidak memberikan keterangan tentang harga ganti rugi terhadap masyarakat,” ujar sesepuh masyarakat Aruk, Markus Sidang (52), saat menghadiri acara sosialisasi pembebasan lahan.

Ia mengatakan dalam acara tersebut, pejabat terkait tidak memiliki kewenangan akan hal itu, lantaran ke depannya akan ditindaklanjuti oleh Tim Independen dari Pemerintah Provinsi Kalbar. “Kita tanyakan di acara sosialisasi tahap pertama dan kedua ini, pemerintah tidak ada jawaban sama sekali, jawaban dari Pak Jakius (Jakius Sinyor, kepala Dinas PU Provinsi Kalbar, Red), hal itu bukan tugasnya, melainkan nanti kewenangan Tim Independen dari Provinsi," kutipnya.

Sementara itu, kepala Dinas PU Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor, dalam sosialisasi itu menerangkan mengenai pembangunan jalan di Sajingan. Pembangunan tersebut, menurut Jakius, merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat, bahkan prioritas Presiden Joko Widodo terkait percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. “Ini kebijakan Presiden bahwa masyarakat di perbatasan harus dibangun, karena perbatasan memang wilayah tertinggal dan nantinya akan didesak ke Menteri PU, dan terutama Aruk, Sajingan; Badau, dan Entikong, setelah itu tahap kedua akan dilanjutkan lagi ke Bengkayang, dan Senaning, Sintang. Hari ini malaikat putih datang ke perbatasan untuk membangun daerah perbatasan lebih baik lagi," ucap mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Landak tersebut ketika sosialisasi di depan 280 warga Sajingan.

Ia meminta kepada masyarakat perbatasan untuk dapat mendukung pemerintah, terkait pembangunan diwilayah perbatasan. Selanjutnya, dia memastikan jika nantinya pemerintah akan menurunkan Tim Independen. Kedatangan tim ini sendiri untuk melakukan survei dalam menentukan masalah harga lahan yang akan dibebaskan oleh warga. “Tim independen itu utusan dari pemerintah, maka kita tidak bisa intervensi, kemudian nanti Tim Independen harus dibantu RT, Kadus, Kades, (dan) Camat," ucapnya.

Selain itu, salah satu pemilik lahan dan rumah di Desa Sebunga, Batalyono (42), sejauh ini masyarakat sangat mendukung terkait pembangunan di wilayah perbatasan, terutama Sajingan. Namun hal ini, menurut dia, perlu ditegaskan kembali akan masalah harga yang akan diganti rugi oleh pemerintah. “Kami mendukung pemerintah tentang peningkatan pembangunan di perbatasan ini, tapi kita meminta harga permeternya Rp1 juta. Namun sejauh ini belum ada keterangan dari pemerintah, karena 50 meter yang akan dibebaskan untuk jalan ini bernilai ekonomis bagi masyarakat. Soal pembebasan lahan, kami setuju-setuju saja, tetapi pemerintah juga dapat mempertimbangkan keinginan warga terhadap harga,” ucapnya. (har)

 

Berita Terkait