Tim Gabungan Semakin Kerap Menggelar Razia

Tim Gabungan Semakin Kerap Menggelar Razia

  Senin, 16 November 2015 09:51
RAZIA:Puluhan remaja saat diberikan penggarahan di Polsek Sukadana, termaksud dua remaja yang kedapatan saat asik sedang ngelam. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tim gabungan penanggulangan kenakalan remaja yang terdiri dari Polsek, Babinsa, Kemeterian Agama, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pendidikan, Kesejahteraan Sosial, serta DPRD Kabupaten Kayong Utara, kembali mengelar razia.Danang Prasetyo, SUKADANA

KALI ini menyasar berbagai tempat yang diduga disalahguanakan oleh para remaja, Sabtu(14/11)malam. Dalam razia ini tim dibagi beberapa regu. Mereka menelusuri berbagai tempat seperti, penginapan, taman, pelabuhan maupun pantai. Dan akhirnya setelah dilakukan penelusuran, para anggota berhasil menemukan dua pemuda asal Kecamatan Simpang Hilir yang masih berstatus pelajar saat sedang ngelem.

Saat dicoba untuk dibawa ke Polsek, kedua pemuda tersebut berusaha untuk menolak. Namun akhirnya kedua pemuda tersebut berhasil dibawa untuk dimintai keterangan, atas apa yang telah dilakukannya. Selain itu, sejumlah anggota dari tim, turut mengamankan puluhan remaja yang masih berkeliaran diatas 22.00 Wib, seperti di Pantai Pulau Datuk maupun yang sedang nongkrong di pinggir jalan.

Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap mereka. Karena khusus pelajar, 22.00 wib sudah tidak ada lagi yang berada di luar rumah. Diharapkan mereka dapat menjalankan kewajiban sebagai pelajar, untuk belajar di rumah daripada berkeliaran pada malam hari.

Selanjutnya, setelah diamankan di Polsek Sukadana, puluhan remaja tersebut diberikan izin untuk pulang kerumah masing-masing. Tentunya terlebih dahulu memanggil orangtuanya dan guru dimana mereka bersekolah. Agar para orangtua dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya, selama berada di luar rumah.

Sementara penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Sudirmansyah menyayangkan ternyata masih banyak ditemukan anak-anak remaja bersatus pelajar berada di luar rumah di atas 22.00 wib. Apa lagi saat dilakukan razia menemukan dua remaja yang sedang asik ngelam.

“Kita sangat menyayangkan ini. Apalagi ada yang kedapatan sedang ngelem,” kata Sudirmasayah, yang turut ikut dalam razia gabungan, Sabtu(14/11)malam. Ia menambahkan, sebenarnya mengenai hal ini, bukan hanya peran serta dari pemerintah maupaun instansi terkait lainnya. Melainkan diperlukan kejelian para orangtua dalam pengawasan terhadap anaknya. Peran serta dari masyarakat lainya juga perlu ditingkatkan. Paling tidak jika meihat adanya kerumunan anak remaja dapat menegur dan meminta untuk pulang. Terlebih bila sudah larut malam.

Kapolsek Sukadana, Iptu Hoerrudin menambahkan, jika untuk para remaja yang terjaring dalam razia pada Sabtu(14/11) malam tersebut telah dikembalikan ke keluarga masing-masing. Tentunya sebelum dipulangkan mereka diberikan pengertian serta arahan terlebih dahulu, dan diminta untuk orangtua mereka atau guru mereka datang menjemput di Polsek.

Hoerrudian pun berharap, kedepanya baik orangtua dan masyarakat sekitar, dapat lebih pro aktif, untuk mengawasi anaknya.

“Untuk para pemilik warung atau toko, sebaiknya dapat lebih jeli, jika ada anak remaja membeli lem. Kan sudah ada Peraturan Bupati (Perbub) mengenai penggulangan kenakalan remaja,” tambahnya. (*)

 

Berita Terkait