Tilep Dana Pajak Pegawai IKIP Ditangkap Polisi

Tilep Dana Pajak Pegawai IKIP Ditangkap Polisi

  Jumat, 15 April 2016 09:04
Andi Yul

Berita Terkait

PONTIANAK - Mantan Kepala Bagian Biro Umum dan Keuangan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pontianak, Ba bersama seorang konsultan pajak abal-abal, Bs ditangkap polisi. Keduanya menggelapkan uang pajak PPh dan PPn kampus sebesar kurang lebih Rp1,099 miliar. 

Kedua orang tersebut, diketahui dilaporkan oleh Rektor IKIP Pontianak Samion. Yang sebelumnya didatangi petugas kantor pajak yang menagih tunggakan pajak pada 2013, 2014 dan 2015 yang belum dibayar pihak kampus. 

Kasat Reskrim Polresrta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean membenarkan penangkapan terhadap kedua tersangka penggelapan uang pajak IKIP PGRI Pontianak. “Satu tersangka merupakan mantan Kepala Bagian BUK IKIP, sementara satu tersangka lainnya adalah orang yang diberi kuasa untuk mengurus pajak,” kata Andi Yul, Kamis (14/4). 

Andi menjelaskan, penangkapan terhadap kedua tersangka tersebut berdasarkan laporan polisi yang dibuat oleh Rektor IKIP Pontianak, Saimon. Berdasarkan keterangan pelapor, pada  2013 sampai dengan  2015, Ba mendapatkan tugas untuk melakukan penghitungan pajak kampus sekaligus melakukan pembayaran pajak ke kantor pajak Kota Pontianak. 

Andi menjelaskan, masih dari keterangan pelapor, dari hasil penghitungan pajak yang dilakukan tersangka Ba bersama konsultan pajak yang telah diberi kuasa itu, diketahui bahwa pajak yang harus dibayar dan sudah disetorkan secara bertahap oleh pihak kampus senilai Rp1.099 miliar. “Uang pajak itu diberikan pihak kampus kepada tersangka secara bertahap,” ungkapnya. 

Setelah uang berada pada kekuasaan para tersangka, lanjut Andi, ternyata uang tersebut tidak disetorkan ke kantor pajak. “Untuk meyakinkan pihak kampus bahwa pajak tersebut telah dibayar, tersangka lalu membuat slip setor uang pajak ke salah satu bank, sehingga membuat pihak kampus yakin jika uang pajak tersebut telah dibayarkan,” ucapnya. 

Namun, dia menambahkan, Desember 2015, IKIP Pontianak didatangi oleh petugas pajak dan memberitahukan bahwa pajak belum dibayarkan. Sehingga atas pajak tersebut kampus lalu melunasi dan membayar kembali secara langsung pajak kepada petugas kantor pajak. “Atas kejadian tersebut pihak IKIP merasa dirugikan atas perbuatan para tersangka yang seolah-olah pajak sudah dibayarkan dengan bukti slip setor bank yang telah dipalsukan,” sambungnya. 

Andi menuturkan, berdasarkan laporan tersebut dilakukanlah penyelidikan dan didapatlah sejumlah bukti, yakni sejumlah slip setor BNI 46 yg diduga dipalsukan, sejumlah tanda terima atau kwitansi serta surat tugas, surat penunjukkan dan surat kuasa serta sejumlah dokumen lain yang berkaitan dengan penerimaan sejumlah uang. “Berdasarkan alat bukti itulah kedua orang tersebut ditangkap,” tuturnya. 

Andi menyatakan berdasarkan pengakuan para tersangka, dari toal uang miliaran yang diterima dari IKIP, hanya Rp48 juta yang dibayarkan sementara sisanya yakni Rp1 miliar lebih dipakai oleh kedua tersangka. 

“Atas perbuatannya kedua tersangka akan  terancam pidana penjara lima tahun. Kami masih melakukan pendalaman untuk mencari tersangka lainnya,” pungkasnya. 

Salah satu tersangka, Bs, mengaku mendapat kuasa untuk mengurus pajak dari Ba. “Saya diminta Ba untuk mengurus pajak. Uang pajak dari kampus itu kami terima secara bertahap, hanya Rp48 juta yang kami setorkan sementara sisanya dipakai. Kalau saya hanya pakai Rp100 juta,” dalihnya. 

Tersangka mengaku diminta Ba mengurus pajak, sementara soal bukti penyetoran uang dari salah satu bank yang palsu itu dibuat oleh Ba. “Saya tidak tahu soal dokumen-dokumen palsu itu. Saya diminta mengurus, karena orang sebelumnya yang mengurus pajak tidak mampu,” ucapnya. (adg) 

Berita Terkait