Tilang Kendaraan Tidak Mematuhi Aturan Lalulintas

Tilang Kendaraan Tidak Mematuhi Aturan Lalulintas

  Kamis, 10 December 2015 10:06
Foto dari metro.news.viva.co.id

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak Utin Srilena Candramidi akan memberikan sanksi pada pengendara mobil truk dan pick up yang membawa muatan pasir dan lainnya jika tidak ditutup dengan terpal. Sedangkan untuk kendaraan angkutan barang roda sepuluh dengan kereta gandengan panjang dua puluh feet dengan maksimal delapan ton dilarang beroperasional pada jam rawan kemacetan.

“Dua aturan ini akan diterapkan. Bagi yang tidak mematuhi aturan akan ditindak dan ditilang di tempat. Kami sudah bekerjasama dengan polisi lalu lintas untuk menegakkan aturan ini,” ucapnya, kemarin.
Nanti, katanya, bagi pengguna truk dan mobil pick up pembawa material pasir, batu, tanah merah atau bekas galian diwajibkan untuk menutup barang bawaannya dengan terpal ketika berlalu lalang di wilayah Pontianak. Aturan ini sudah ditetapkan, apabila nanti ditemukan pengendara yang melanggar akan ditindak.

“Kami akan lakukan tindakan tegas. Mulai dari kempis ban sampai tilang akan dilakukan, guna memberi efek jera. Mau tidak mau, suka atau tidak suka akan terapkan ini,” tegasnya. Ia mengungkapkan, sesuai pasal 133  UU 22 tahun 2009 junto PP 32 tahun 2011 tentang manejemen dan rekayasa, analisis dampak, serta manejemen kebutuhan lalu lintas, maka pada pukul 06.00 – 08.00 dan pukul 14.00 – 16.00 kendaraan angkutan barang roda sepuluh dan truk dengan kereta gandengan panjang dua puluh feet dengan MST maksimal 8 ton dilarang beroperasional di Pontianak. “Mereka dapat beroperasi di wilayah Pontianak kembali pukul 19.00 – 05.00,” ungkapnya.

Itupun, sambungnya, hanya boleh melewati Jalan Komyos Sudarso, Pak Kasih, Rahadi Oesman, Tanjungpura, Imam Bonjol dan Jalan Adi Sucipto. Jika rute keluar Pontianak, maka mesti melalui Jalan Komyos Sudarso, Pak Kasih, Zainuddin, Sudirman, Nusa Indah Baru, Pattimura, HOS Cokroaminoto, Gusti Sulung Lelanang dan Jalan Ahmad Yani. Untuk rute masuk Pontianak mesti melalui Jalan Ahmad Yani, KH Ahmad Dahlan, Teuku Umar, HOS Cokroaminoto, Pattimura, Zainuddin dan Jalan Pak Kasih.

Tindakan ini dilakukan guna meminimalisir terjadi kemacetan pada ruas jalan Pontianak. Karena pada jam tertentu itu, sudah dipastikan tiap titik ruas jalan macet dikarenakan pagi hari merupakan jam keberangkatan anak sekolah dan orang kantor, sedangkan sore harinya orang kantor pulang dan sebagain anak sekolah juga pulang. “Ini juga menghindari terjadi kecelakaan lalu lintas. Karena semakin tinggi kemacetan jalan juga berpotensi rawan kecelakaan,” terangnya. Ia meminta kepada pihak bersangkutan untuk dapat memahami dan menjalankan aturan yang telah berlaku guna menciptakan ketertiban dan keamanan lalu lintas di Pontianak.(iza)

 

Berita Terkait