Tikus Serang Persawahan Siduk

Tikus Serang Persawahan Siduk

  Kamis, 4 February 2016 09:55
HAMPARAN SAWAH: Hamparan sawah milik warga di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, begitu menghijau dan menunggu untuk segera panen. Sayangnya hamparan persawahan tersebut kini mulai diserang hama tikus. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Hamparan sawah padi di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, terlihat hijau, lantaran subur. Namun, belakangan ini para petani mulai diresahkan dengan hama tikus yang mulai menyerang tanaman padi mereka.

Seperti dituturkan salah seorang petani, Ibrahim, tanaman padi miliknya yang mulai berbuah belakangan ini mulai banyak menguning dan layu. Kondisi tersebut dituding dia lantaran batang padi terpotong-potong karena digigit oleh hama tikus.“Batang padi ini terpotong-potong menjadi seperti ini dikarenakan dimakan tikus,” kata Ibrahim sambil memperlihatkan tanaman padi yang bekas dimakan tikus, ditemui di areal persawahan Dusun Siduk, Rabu (3/2).

Diungkapkan Ibrahim, hama tikus memang menjadi salah satu hambatan bagi para petani. Sebab, kata dia, jenis hewan pengerat yang satu ini paling senang dengan batang padi yang baru mulai muncul buah. “Padi yang baru mulai muncul buah ini mengeluarkan bau harum dan batangnya pun terasa manis, sehingga tikus paling senang memakannya,” ujarnya.

Ibrahim menerangkan, sejauh ini mengatasi hama tikus hanya dengan menggunakan racun yang dibeli dari toko. Hasilnya pun, diakui dia, kurang maksimal karena di antara petani belum kompak dalam memberantas hama tikus ini. “Untuk membasmi hama tikus ini, tidak bisa sendiri-sendiri. Seluruh petani yang menanam padi harus kompak, dengan memasang racun tikus di setiap sawah, hasilnya pun akan lebih maksimal,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kayong Utara, dapat memberikan penyuluhan, agar petani dapat bertabah wawasan, sehingga hama yang dihadapi bisa diatasi. “Kalau memang ada racun yang bagus, kami juga sangat berharap. Sebab, kalau dibiarkan maka hasil panen akan berkurang,” katanya.

Sebelumnya, kepala Seksi Tanaman Pangan Distanak Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, tak memungkiri jika hama memang menjadi masalah utama yang kerap dihadapi para petani, termasuk tanaman padi. Ada berbagai hama yang kerap menyerang, disebutkan dia, salah satunya tikus. Mengatasinya pun, menurut dia, bisa dengan barbagai cara, di mana salah satunya dengan memasang racun. “Memang untuk mengatasi tikus ini diperlukan kekompakan diatara sesama petani, kalau memang dengan cara meracun harus merata di setiap sawah supaya hama tikus itu tak bisa berkembang,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait