Tik Tok Vonia Mourinho

Tik Tok Vonia Mourinho

  Senin, 7 December 2015 08:36
gambar dari Internet

Berita Terkait

LONDON - Tik ... tok ... tik ... tok ... Begitulah kira-kira bunyi jarum jam berdetak detik demi detik. Tak seorang pun yang peduli suara statis itu, kecuali orang yang sedang dalam situasi batas atau terdesak. Orang yang nasibnya akan diputuskan dalam hitungan waktu itu adalah pelatih Chelsea, Jose Mourinho.

Dalam situasi seperti itu orang menjadi begitu peka terhadap setiap detik yang dilewati Mourinho. Mou seolah seperti terpidana mati yang sedang berdiri di hadapan regu tembak. Dia harus bertanggung jawab terhadap kekalahan demi kekalahan Chelsea. Teranyar saat Chelsea dikalahkan tim gurem Bournemouth di ajang Premier League, dinihari kemarin.

Kekalahan itu terasa sangat memalukan karena terjadi di hadapan puluhan ribu fans The Blues yang memenuhi Stadion Stamford Bridge. Dan, yang lebih mengkhawatirkan, kekalahan itu membuat The Blues tak bergerak di papan bawah klasemen sementara. John Terry dan kawan-kawan hanya berjarak tiga poin saja dari zona degradasi.

Dengan pemimpin klasemen, Leicester City, The Blues tertinggal 17 poin. Selisih poin yang cukup fantastis itu membuat kans Chelsea semakin menipis untuk mempertahankan trofi Premier League. Mourinho sangat menyadarinya. Dia pun merevisi targetnya agar lebih realistis. Kini, Chelsea fokus hanya menembus zona empat besar sebagai jaminan berlaga di Liga Champions musim depan.  Media-media Inggris bahkan meramalm Chelsea paling banter hanya bisa berada di posisi enam.

”Target kami adalah finis di  empat besar. Sebelum laga ini, adalah realistis untuk berpikir bahwa kami punya kualitas untuk bisa melampaui target itu, tapi sekarang mungkin kami harus berpikir untuk menembus enam besar terlebih dahulu,” kata Mourinho usai pertandingan kepada Sky Sports.

Mourinho tentu boleh berbicara apa saja. Akan tetapi, bagi pemilik klub Roman Abramovich, yang sudah menghabiskan puluhan juta poundsterling, yang dibutuhkan adalah kepastian bahwa timnya bisa segera bangkit dan merayap ke papan atas. Faktanya, Mourinho gagal melakukan itu.

Dalam lima laga terakhir, The Blues menelan tiga kekalahan dan hanya meraih satu kemenangan di Premier League.Chelsea bahkan tersingkir di Capital One. Di Liga Champions, posisi The Blues bahkan masih belum sepenuhnya aman meski untuk sementara memuncaki klasemen Grup G. The Blues masih bisa tersingkir jika kalah dari FC Porto pada laga terakhir, sementara Dynamo Kiev berhasil menang dari Maccabi Tel Aviv.

Demikianlah situasi Chelsea pada musim ini. Segalanya berjalan tidak sesuai rencana. Sementara detik waktu terus berjalan. Tentu, harus ada keputusan yang cepat untuk menghentikan trend negatif tersebut. Bagi Roman, sang taipan asal Rusia, pilihannya hanya dua. Yakni mempertahankan The Special One hingga akhir musim, atau memecatnya sesegera mungkin.

Semua itu tampaknya akan ditentukan berdasarkan hasil yang diraih Chelsea pada pekan krusial bertajuk Boxing Day, Desember ini. Jika tak juga kunjung membaik, maka Roman Abramovich tak akan ragu memecat Mourinho. Dan itu berarti, di sepanjang Desember ini, Mourinho akan terus bergelut intens dengan waktu. Tik ... tok ... tik ... tok  ... (ish)

 

 

Berita Terkait