Tiga PNS Lakukan Pungli

Tiga PNS Lakukan Pungli

  Sabtu, 26 March 2016 10:47
Hermanus

Berita Terkait

KUBU RAYA— Belum lama ini, Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus memergoki  tiga oknum PNS Kubu Raya saat melakukan pungutan liar disalah satu ruas jalan Sungai Ambawang. “Sebelumnya saya memang mendengar keluhan dari masyarakat mengenai pungli  tersebut. Setelah mengumpulkan cukup bukti barulah saya turun langsung ke lapangan. Dan memang saya temui di sekitar Jalan Sungai Ambawang itu ada beberapa  oknum PNS yang melakukan pungli terhadap mobil yang membawa kayu dan sejenisnya,” papar Hermanus, Kamis (24/3).  

Hermanus menceritakan saat mendatangi lokasi kejadian dan melihat dari kejauhan dirinya melihat satu orang dengan menggunakan seragam putih hitam  yang belakangan diketahui oknum PNS Kubu Raya memberhentikan sebuah mobil yang sedang membawa kayu. Sopir di dalam mobil tersebut langsung ke luar dan tampak memberikan sesuatu kepada PNS tersebut.

Setelah dimintai keterangan, salah satu oknum PNS itu mengaku salah, dan menuturkan pada hari itu baru memberhentikan sebanyak tiga kendaraan yang membawa kayu sembari memperlihatkan uang sebesar Rp30 ribu sebagai uang hasil pungli yang dilakukan.
“Awalnya saya tidak tahu mereka PNS, namun setelah saya minta keterangan, mereka mengaku kalau merupakan pegawai di lingkungan Pemerintahan Kubu Raya. Satu orang bertugas di BPBD dan dua orang lainnya adalah pegawai di Dinas Perkebunan, Kehutanan dan Pertambangan,” terangnya.

Informasi yang dihimpun, dua oknum PNS tersebut sebelumnya memang pernah bertugas sebagai polisi kehutanan di Kanwil Kehutanan Provinsi Kalbar, namun sekarang ditarik ke PNS lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya.

Sebelumnya, kata Hermanus kalau oknum PNS itu pernah dipanggil BKD terkait dengan kasus yang sama yaitu Pungli, namun yang bersangkutan tidak pernah datang saat dipanggil. Karena sudah ketangkap tangan melakukan pungli, maka dirinya menegaskan agar BKD memberikan pembinaan, sekaligus juga memberikan sanksi tegas kepada oknum tersebut.
"Bapak Bupati dan saya sebagai wakil bupati tetap komitmen untuk menjadikan pemerintah bersih sekaligus aparaturnya harus bersih, dan menjadi contoh yang baik," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar mengakui salah satu oknum PNS tersebut adalah stafnya yang juga sebelumnya juga pernah bertugas di satuan Polisi Kehutanan. “Staf saya itu sengaja di tempatkan di wilayah Sungai Ambawang karena bertugas menjalankan tugas pokok dan fungsi kami terkait dengan  penanganan kebakaran hutan dan lahan. Namun dalam perjalanannya saya tidak tahu jika dia melakukan pungli,” jelas Mokhtar.

Mokhtar mengaku kecewa karena salah satu  stafnya yang semula diberikan tugas tersebut ternyata menyalahi aturan. “Karena sudah terbukati bersalah saya ikuti saja arahan Pak Hermanus untuk melakukan tindakan lebih lanjut terhadap staf  saya termasuk oknum PNS lainnya yang melakukan pungli tersebut,” ungkapnya.

Secara terpisah Kepala BKD Kubu Raya, Kusyadi menyatakan saat ini pihaknya tengah memproses ketiga oknum PNS yang dinilai telah salah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya di lapangan. “Tiga oknum PNS yang kedapatan melakukan pungli itu saat ini sedang diproses. Kami akan lihat sejauh mana tingkat kesalahannya akan diberikan sanksi sesuai dengan kesalahan yang dilakukan,” tegasnya.

Menurut Kusyadi saat ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus gencar untuk meningkatkan disiplin dan profesionalitas kinerja para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Dia menerangkan jika dikalkulasikan sepanjang tahun 2015 lalu total PNS Kubu Raya yang telah diberikan sanksi lantaran menyalahi aturan sekitar 10 orang.  Namun karena upaya untuk melakukan pembinaan terhadap PNS terus di maksimalkan pada tahun hingga saat ini di tahun 2016 berkurang menjadi sekitar 8 orang. Kusyadi berharap setiap tahunnya semua PNS di lingkungan Kabupaten Kubu Raya bisa meningkatkan kualitas diri dan bekerja secara professional.

“Kami tidak tebang pilih dalam memberikan sanksi, siapapun dia jika memang diketahui bersalah dan melanggar aturan maka akan kami berikan sanksi tegas,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait