Tiga Pilihan Hidup

Tiga Pilihan Hidup

  Rabu, 17 Agustus 2016 10:07
FILM: Para pemain film 3 Pilihan Hidup berkunjung ke Pontianak Post, Selasa (16/8) siang. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PARA bintang film bertajuk Tiga Pilihan Hidup mengunjungi Redaksi Pontianak Post, Selasa (16/8) siang. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempromosikan film yang akan tayang serempak di semua bioskop di Indonesia pada 18 Agustus mendatang.

Kunjungan tersebut, turut dihadiri Sekretaris Jenderal Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Kalbar, Jimmy L Rimba dan Kepala BNN Kota Pontianak, AKBP Agus Sudiman. Rombongan disambut hangat Pemimpin Redaksi Pontianak Post, Heriyanto.

Sekjen GPAN Kalbar, Jimmy L Rimba menyampaikan, diproduksinya film yang juga dibintangi aktor top Indonesia yang pernah tersandung kasus narkoba itu sejatinya bertujuan untuk mmberikan edukasi dan penyuluhan lewat media film. Cara ini dirasa akan lebih efektif dalam sosialisasikan bahaya dan dampaknya narkoba. "Film ini bukan sekedar tontonan, tapi juga tuntunan," jelasnya.

Film yang digagas BNN dan Bareskrim Polri tersebut memiliki banyak plot, mengambil beberapa sudut pandang dari pemakai, pengedar hingga penegak hukum. Di mana mereka hanya mempunyai tiga pilihan setelah terlibat bahaya obat-obatan terlarang yakni rehab dan sembuh, dipenjara, atau meninggal sengsara.

Selain Roy Marten dan Tessy Kabul, Tiga Pilihan Hidup juga dibintangi oleh Hengky Tornando, Mpok Atiek, Elly Sugigi, Cinta Laura, Cinta Penelope, Ade Yunita, Rita Hasan, Vista Putri, Gema Zae, Teddy Pelangi, Irawan Tanu, Daeng, Putra Mypace, Bella, Matino Lio, Markoni, Bob Hasan, Jimmy Rimba, Chukudi Nigeria dan Noris.

Dia menjelaskan, narkoba saat ini bukan lagi tahap darurat, tapi sudah menjadi musibah. Narkoba sudah menyentuh terlalu dalam di kehidupan masyarakat Indonesia. "Bahayanya sudah sangat mencemaskan, dan film ini berupaya untuk mencegah segala kemungkinan semakin maraknya peredaran narkoba," jelasnya.

Kepala BNN Pontianak, AKBP Agus Sudiman mengatakan, Kalimantan Barat berada pada posisi yang cukup rawan akan masuknya narkoba karena memiliki perbatasan dengan negara lain. Terdapat banyak jalan tikus yang sangat sulit untuk dilacak. 

"Sangat penting untuk memberikan penyuluhan tentang narkoba, terkait makin maraknya pengguna benda haram tersebut di berbagai kalangan dan lapisan, salah satunya lewat film ini," ujarnya. (Mif)

Berita Terkait