Tiga Perempat Wilayah Indonesia Diselimuti Asap

Tiga Perempat Wilayah Indonesia Diselimuti Asap

  Senin, 26 Oktober 2015 09:37
TIMBUL MUDJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

JAKARTA - Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika,  Minggu (25/10) pukul 8.30, lebih dari tiga perempat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal.

Hanya Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap.

"Asap tebal masih mengepung beberapa daerah," kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (25/10).

Kabut asap juga mempengaruhi jarak pandang. Di Padang, Sumatera Barat, jarak pandang 200 meter berasap, Pekanbaru, Riau, 1.000 meter  berasap, Jambi 900 meter berasap, Palembang, Sumatera Selatan 200 meter berasap.

Kemudian, Pontianak, Kalimantan Barat 800 meter berasap, Ketapang, Kalbar 200 meter berasap, Palangkaraya, Kalimantan Tengah 100 meter berasap, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan 400 meter berasap. "Pasokan asap dari hotspot juga masih besar. Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, Minggu (25/10) ada 1.187 hotpsot," katanya.

Kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 570 berbahaya,  Jambi 518 Berbahaya, Palembang 325 Sangat Tidak Sehat, Pontianak 169 Tidak Sehat, Banjarbaru 73 Sedang, Samarinda 147 Sedang, dan Palangkaraya 1.511 Berbahaya.  "Hampir dua bulan lamanya warga di Riau, Jambi dan Palangkaraya terkepung asap level Berbahaya," paparnya.

Data Bareskrim Polri, hingga 24 Oktober 2015 mencatat Polri masih menangani 264 laporan polisi terkait kebakaran hutan dan lahan. "Rinciannya, 206 LP terkait perorangan, 58 korporasi termasuk enam penanaman modal asing," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Agus Rianto, Minggu (25/10).

Dari jumlah itu, Polda Kalbar menangani 30 laporan. Yang sudah naik ke penyidikan 10 perorangan dan empat korporasi. Sedangkan tahap I ada 12 kasus terkait perorangan, dan tahap II 42 sebanyak empat perorangan. "Jumlah tersangka 25 perorangan," kata Agus.
 

Jakarta Mulai Berasap

Jakarta juga mulai diselimuti kabut asap. Menurut Sutopo, asap tipis menutup langit Jakarta sudah berlangsung sejak Jumat (23/10) hingga sekarang. Partikel halus dari asap tipis ini melayang di atmosfer pada ketinggian sekitar 1.000-3.000 meter. "Pada pagi hari kelihatan lebih tebal karena bercampur dengan kabut atau uap air," katanya.

Dia mengatakan, masyarakat tidak ada yang perlu khawatir dengan adanya sebaran asap tipis dari kebakaran hutan dan lahan tersebut. Sifatnya temporer, yang mudah berubah setiap saat tergantung pada arah dan kecepatan angin. Kualitas udara di Jakarta saat ini masih normal hingga sedang. "Justru asap kendaraan bermotor yang lebih berbahaya bagi kesehatan," paparnya. (Ody)

Berita Terkait