Tiga Kali Disel, Kamel Tak Jera

Tiga Kali Disel, Kamel Tak Jera

  Rabu, 22 June 2016 10:09
TANGKAP JAMBRET : Kamel tidak berkutik saat anggota Buser Polres Ketapang menangkapnya di kediamannya. AFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SETELAH diburu sejak Maret lalu, Muhammad Amin (23), pelaku penjambretan akhirnya berhasil ditangkap jajaran Reskrim Polres Ketapang pada Senin (20/6). Ia ditangkap di kediamannya di Jalan Gajah Mada Desa Kalinilam Kecamatan Delta Pawan pada pukul 14.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Putra Pratama, mengatakan, penangkapan terhadap pelaku ini berdasarkan laporang seorang warga yang menjadi korban penjambretan pada Maret lalu. "Kejadiannya Maret lalu dan baru berhasil ditangkap Senin (20/6) kemarin," kata Putra, kemarin (21/6).

Ia menjelaskan, pelaku merupakan residivis kambuhan yang sudah tiga kali mendekam di penjara dengan kasus pencurian dan pemberatan. Pada Maret lalu, ia kembali beraksi dengan menjambret ibu Bhayangkari Polres Ketapang. "Kejadiannya di depan dealer Yamaha Jl Gatot Subroto Desa Payak Kumang Maret lalu," jelasnya.

Polisi yang melacak keberadaan pelaku akhirnya menemukan di mana keberadaannya. Tidak ingin kehilangan buruannya, polisi langsung bergerak cepat menuju kediaman pelaku. "Tersangka berhasil ditangkap anggota Buser Polres Ketapang saat berada di rumahnya. Dari tangan tersangka kami juga mengamankan beberapa barang bukti kejahatan pelaku Kamel ini," ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan saat penangkapan adalah satu unit Handpone Oppo joy 3 warna hitam. Selain itu, polisi juga menemukan satu buah alat hisap sabu dan sisa plastik klip sabu. Polisi langsung membawa pelaku dan barang bukti ke Polres Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuan tersangka, hasil dari menjambret digunakan untuk foya-foya dan membeli narkoba jenis sabu. Pihaknya juga akan melakukan pengembangan apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan kejahatan jalanan ini. "Tersangka ini merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan. Bahkan tersangka sudah pernah tiga kali masuk Lembaga Pemasyarakatan," tuturnya.

Atas tindakan kejahatannya, tersangka akan diancam melanggar Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. "Kita harapkan pelaku ini jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Karena ini kali keempat dia harus masuk penjara," harap Kasat Reskrim yang baru menjabat sepekan ini.

Ia menambahkan, menjelang lebaran, tren kejahatan memang jenderung meningkat. Oleh karena itu ia mengimabu kepada seluruh masyarakay agar lebih waspada dan mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Termasuk di antaranya menghidari hal-hal yang bisa memancing aksi kejahatan.

"Misalnya jangan memakai perhiasan terlalu menjolok. Jika terjadi tindak kejahatan kita siap menangkap dan memberikan tindakan tegas kepada pelaku. Jadi kita tegaskan jangan ada yang berani melakukan kejahatan di Ketapang dan sekitarnya," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait