Tiga Jam Bengkel Terendam

Tiga Jam Bengkel Terendam

  Selasa, 21 June 2016 10:16
BENGKEL: Hujan deras banjiri Bengkel Acoy Jaya Motor di Jalan Tanjung Batu Sakok, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG - Sejumlah masyarakat mengeluh terkait saluran drainase tersumbat  di wilayah jalan Raya Tanjung Batu, Sekok, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Hanya diguyur tiga jam hujan deras, saluran darainase di beberapa rumah warga tergenangi bajir. Bahkan ada beberapa bengkel yang terendam banjir karena hujan deras di wilayah jalan raya sekok, Kota Singkawang.

 
"Anda lihat, hanya beberapa jam diguyur hujan bengkel sudah banjir. Ini karena saluran drainase tersumbat dan air tidak mengalir dengan lancar," ucap Doni, bos bengkel Acoy Jaya Motor, Ahad (19/6) kepada media ini.

Dia mengatakan, akibat drainase tersumbat tidak hanya bengkel motor miliknya yang tergenang. Tetapi halaman di belakang rumah warga juga terendam banjir 10 cm setiap hujan deras mengguyur wilayah Kota Singkawang.

Ia menururkan lamanya genangan air hujan membanjiri bengkel sepedamotor sepuluh jam, selesai hujan deras mengguyur Kota Singkawang. Sedangkan alat kelengkapan bengkel harus dirapikan, jika tidak semua onderdil sepedamotor akan terendam banjir karena guyuran hujan deras.

"Buka bengkel di sini harus berjaga-jaga. Jika tidak semua alat bengkel akan rusak karena terendam banji. Ini sudah dialami sejak lama karena ada saluran drainase yang tersumbat," tuturnya selesai memperbaiki beberapa sepedamotor milik pelanggan yang rusak.

Sedangkan pelanggan bengkel, Yanto (32) menambahkan hujan deras di wilayah Kota Singkawang menyebabkan genangan air hujan. Ini tidak hanya dialami warga di sekitar Jalan Raya Sekok Kecamatan Singkawang Selatan.

Tapi banjir genangan air hujan juga dialami di beberapa titik wilayah Kota Singkawang termasuk sekitar Kantor Walikota Singkawang.

"Jalan terendam bajir karena saluran air dalam kota tidak tertata baik. Banyak terjadi penyumbatan karena kegiatan pelebaran jalan raya. Sedangkan drainase jalan raya tidak diperhatikan,  ini yang memicu terjadinya banjir karena air tidak mengalir dengan lancar," terangnya sembari menujukan kondisi saluran air yang tersumbat karena bangunan dan pelebaran jalan raya.

Dia menyatakan dalam membangun pelebaran jalan tidak hanya memperhatikan kualitas kegiatan perbaikan jalan raya. Tetapi pemerintah juga wajib memperhatikan kondisi drainase yang tersumbat. Sehingga tidak menambah persoalan dalam kehidupan masyarakat sekitar di wilayah Kota Singkawang.

Ia mengharapkan kepada pemerintah terkait bisa membangun dan memperbaiki drainase yang tersumbat di wilayah jalan raya sekok, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Supaya kelurahan warga sekitar bisa dijadikan program pembangunan yang berwawasan ramah lingkungan bebas dari persoalan banjir di Kota Singkawang.

"Jika pemerintah daerah ingin membangun jalan raya,  tolong perhatikan jalan raya yang ramah dan bebas banjir. Apabila ini tidak dilakukan akan berdampak pada persoalan baru yakni banjir di tengah kehidupan masyarakat," imbuh ayah tiga anak warga Kota Singkawang. (irn)

Berita Terkait