Tiga Bulan Absen, PNS Bakal Dipecat

Tiga Bulan Absen, PNS Bakal Dipecat

  Rabu, 20 September 2017 10:00
sugeng/pontianak post

Berita Terkait

SANGGAU – Sebanyak 125 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sanggau yang telah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) diberi ultimatum untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya serta tidak malas dalam melaksanakan tugas selaku abdi negara.

Ultimatum itu disampaikan Sekretars Daerah (Sekda) Sanggau, A.L Leysandri, Selasa (19/9) kemarin. Menurutnya, jika dalam waktu 3 bulan tidak melaksanakan tugas maka akan langsung dipecat melalui proses evaluasi meskipun yang bersangkutan telah memiliki NIP. Sebelum statusnya penuh sebagai pegawai negeri, para CPNS ini akan terlebih dahulu dimonitoring kinerjanya dan dilakukan evaluasi. Setelah itu, baru mengikuti prajabatan.

 “Jadi tidak serta merta kalian bisa jadi PNS, ingat itu. Masih ada proses dan tahapan yang harus dilalui sampai nantinya menjadi pegawai penuh,” ujarnya ketika memberikan pembekalan.

Para CPNS juga diajak untuk bersyukur telah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menjadi abdi negara dan abdi masyarakat. Untuk itu, seluruh CPNS mesti membayar kepercayaan itu dengan melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak mengajukan pindah sebelum waktunya.

 “Apalagi kalau belum apa-apa sudah minta pindah. Alasannya ingin mengabdi di tanah kelahiran, bohong itu. Sanggau ini juga bagian dari NKRI, ingat CPNS yang ada ini diterima dari formasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Sanggau dengan pengususulan yang tidak mudah,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tidak sembarangan melarang PNS untuk mengajukan pindah tugas, tetapi ada syaratnya. Dikatakannya, syarat minimal 10 tahun dan atau sakit yang butuh penanganan dokter lebih lanjut baru dapat dipertimbangkan.

 “Kalau alasannya tidak jelas, saya pastikan tidak akan saya tanda tangani ajuan pindahnya,” katanya.

Sekretaris BKPSDM Sanggau, Herkulanus menyampaikan perserta pembekalan diikuti sebanyak 125 CPNS dengan rincian Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 69 orang yang terdiri dari dokter umum sebanyak 2 orang dan bidan sebanyak 67 orang.

CPNS yang diangkat dari harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian Kementerian Pertanian sebanyak 22 orang terdiri dari golongan III sebanyak 5 orang dan golongan II sebanyak 17 orang, sementara untuk CPNS yang diangkat melalui program guru garis depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 34 orang yang semuanya golongan III.

 “Khusus untuk guru garis depan, formasi awal sebanyak 35 orang, namun 1 orang mengundurkan diri karena mendapat pekerjaan dari sektor swasta,” ujarnya. (sgg)

Berita Terkait