Tidak Takut Hadapi MEA!

Tidak Takut Hadapi MEA!

  Kamis, 17 March 2016 09:46   730

Oleh: Anna, S.Kom

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini, persaingan entrepreneur di Indonesia masih dianggap sedikit dapat dilihat dari rasio entrepreneur hanya sebesar 1,65%  terhadap jumlah penduduk di negara kita. Pengusaha Indonesia belum mencapai angka 2% yakni angka idealnya yang harus dimiliki sebuah negara. Tergolong masih rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang rata-rata sudah lebih dari 4%. 

Hal ini seharusnya menjadi sebuah peluang yang cukup besar bagi pemuda-pemuda Indonesia yang ingin berwirausaha baik dalam menciptakan usaha baru maupun mengembangkan usaha yang telah ada. Seperti yang dilansir pada republika.co.id, meskipun jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat minim, namun survey yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada tahun 2013, menunjukkan bahwa keinginan berwirausaha masyarakat Indonesia adalah yang kedua tertinggi di ASEAN setelah Filipina.

Entrepreneur atau yang lebih dikenal wirausaha kini menjadi topik yang up to date untuk diperbincangkan. Menurut Frinces(2005) wirausaha adalah mereka yang selalu bekerja keras dan kreatif untuk mencari peluang bisnis, mendayagunakan peluang yang diperoleh, dan kemudian merekayasa penciptaan alternatif sebagai peluang bisnis baru dengan faktor keunggulan. Kewirausahaan merupakan bidang pilihan yang sangat prospektif di masa depan untuk membawa perubahan terhadap kemajuan negara Indonesia.

Dunia Perguruan  Tinggi tidak terlepas dari peran pentingnya sebuah kampus tempat para pelajar menimba ilmu, mengembangkan pikiran dan mengasah otak serta sebagai pembentuk karakter mahasiswa. Saat ini umumnya pendidikan di Indonesia berorientasi pada pembentukan manusia pencari kerja, bukan sebaliknya membangun sumber daya manusia pencipta lapangan kerja.

Untuk itu lahirnya entrepreneur-entrepreneur muda sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian suatu bangsa. Kenyataan yang ada saat ini jumlah pengusaha yang berusia di bawah 40 tahun hanya 0,8%. Itu sebabnya mahasiswa selalu berpikiran bahwa mengenyam dunia pendidikan itu hasil akhirnya dengan menjadi karyawan atau mendapatkan jabatan tinggi di perusahaan yang ternama. Tanpa disadari bahwa mindset tersebut sudah tertanam pada diri mereka sejak kecil bahwasanya ketika sudah dewasa nanti selamanya terus mencari kerja yang bagus dan menjamin kehidupan di masa tua. Ini berdampak pada rendahnya minat mahasiswa dalam berwirausaha. Untuk itu peranan kampus sangat dibutuhkan dalam hal ini dengan mengubah cara berpikir mahasiswa agar bisa menciptakan pekerjaan minimal bagi dirinya sendiri. Selain itu, perlu dioptimalkan peranan mahasiswa dalam dunia wirausaha agar siap terjun ke dunia usaha.

Sudah sewajarnya pihak kampus untuk mengarahkan dan memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang ilmu kewirausahaan. Mahasiswa harus selalu diberi motivasi untuk menjadi seorang entrepreneur muda. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan semangat mahasiswa, salah satunya dibangun Entrepreneur Center sebagai tempat pelatihan dan pendidikan entrepreneurship. Mahasiswa dibiasakan agar terlatih dan termotivasi untuk membuat ide bisnis baru dan mampu berdaya saing secara global. Pembelajaran entrepreneurship ini tentunya harus dibarengi dengan pendidikan formal demi menunjang keberhasilan impian sebagai wirausaha.

Beberapa hal penting harus dibangun, diantaranya: Pertama, pembentukan pola pikir adalah hal yang paling ditekankan, karena penting dalam menumbuhkan jiwa entrepreneur mahasiswa sebagai Job Creator. Tugas besar pemerintah dan para pendidik memfokuskan pada peningkatan kemampuan hardskill  dan softskill yang diiringi dengan pelatihan entrepreneurship. Kedua, peran penting pihak kampus dalam mendongkrak semangat wirausaha mahasiswa, seperti diadakannya seminar entrepreneur dengan menghadirkan pengusaha-pengusaha muda sukses, diadakannya pelatihan entrepreneur berupa kunjungan Home Industry atau perusahaan. Mengajak mahasiswa untuk terjun langsung menyaksikan para wirausahawan dalam menggeluti bidangnya. Ketiga, revolusi mental sebagai bekal para entrepreneur muda apabila sudah mulai running bisnisnya. Keempat, mahasiswa diarahkan dan dimentoring untuk mengikuti program-program wirausaha yang difasilitasi oleh pemerintah berupa dana bantuan bagi mahasiswa yang ingin berwirausaha.

Di antaranya yang sudah berjalan saat ini yakni Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kreativitas Mahasiswa(PKM). Bahkan dari pihak perusahaan swasta ikut berkontribusi dalam memajukan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wirausaha Muda Mandiri (WMM) juga merupakan salah satu program yang dibentuk Bank Mandiri bertujuan mengajak mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda. Maka dari itu Entrepreneur Center bertugas aktif membantu mahasiswa dalam mengikuti program wirausaha.

Salah satunya menyediakan fasilitas konsultasi untuk mengatasi kendala-kendala yang ada. Permasalahan yang sering muncul, terkadang mereka masih bingung cara memulai usaha, tidak mengetahui kondisi pasar, tidak mempunyai modal, keraguan akan berhasil atau tidaknya usaha yang akan dijalankan alias takut gagal. Masih banyak lagi kekhawatiran yang muncul dan menjadi hal yang menakutkan bagi mereka. Pemberian mentoring yang baik demi membimbing bagi mereka yang sudah ada kemauan untuk berwirausaha, dibina, dan terus ditingkatkan semangat wirausahanya.  

Sebagian besar pendidikan entrepreneurship di kampus hanya sebatas mata kuliah yang bersifat umum, sehingga mahasiswa juga enggan untuk mengembangkan semangat wirausaha mereka dan menganggapnya bukan sebagai hal penting untuk dipelajari. Maka dari itu, peranan dosen entrepreneur juga diharapkan mampu menyampaikan materi dengan baik dan menarik untuk menginspirasi para mahasiswa agar tertarik menjadi entrepreneur muda. Selain itu, mahasiswa itu sendiri juga harus aktif mengikuti perkumpulan atau komunitas wirausaha yang ada.

Banyak manfaat yang ditularkan melalui forum-forum tersebut, yakni para pelaku entrepreneur muda dapat menambah wawasan, memperluas jaringan, melatih kemampuan pemasaran produk serta peningkatan pengetahuan kewirausahaan untuk lebih jeli melihat peluang pasar saat ini. Harapan penulis, semua pihak harus bekerja sama baik dari pihak pendidik dan mahasiswa dalam hal ini, dalam mendorong pertumbuhan entrepreneur muda di Indonesia khususnya pada Perguruan Tinggi. Harapan kepada pihak pemerintah untuk lebih menggalakkan program dana bantuan untuk mahasiswa-mahasiwi di Indonesia yang ingin berwirausaha khususnya Provinsi Kalimantan Barat ini. Sehingga kedepannya lebih banyak lahir calon pengusaha-pengusaha muda sukses dengan berbagai ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Tentunya juga akan berdampak positif dalam memajukan perekonomian bangsa dengan harapan berkurangnya jumlah pengangguran yang ada di Indonesia sekarang ini.

 

*Penulis; Instruktur BSI Pontianak