Tidak Lama Ditutup Menteri, Lokalisasi Beroperasi Lagi

Tidak Lama Ditutup Menteri, Lokalisasi Beroperasi Lagi

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
Ilustrasi dok. JawaPos.com

Berita Terkait

SAMARINDA - Jajaran Polsekta Samarinda Utara, Kalimantan Timur, menggelar razia di lokalisasi Bandang Raya Solong, Jalan Gerilya. Hasilnya, polisi hanya mendata dan tidak menemukan tindak pidana. Yah, belum lama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa resmi menutup 22 lokalisasi yang ada di Kaltim. Seremoni penutupan dilakukan di Bayur, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara yang tidak jauh dari Bandang Raya Solong.

 
Dari razia tersebut, petugas tidak menemukan benda-benda mencurigakan seperti senjata tajam (sajam) dan narkoba. “Operasi Cipta Kondisi kali ini dilakukan dengan sasaran pengunjung lokalisasi,” terang Kapolsek Samarinda Utara Kompol Erick Budi Santoso. Menurut dia, selain mengantisipasi kegiatan kriminal, ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap akhir pekan. “Tidak hanya dilokalisasi, melainkan di tempat-tempat lainnya yang kami anggap mencurigakan,” jelasnya. Dari pantauan Kaltim Post (Jawa Pos Group), hingga razia berakhir, tak ada pengunjung yang diamankan. Kepolisian juga mendata sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi tersebut untuk memastikan tak ada yang di bawah umur.

Setelah memeriksa pengunjung dan menggeledah wisma, petugas memeriksa sejumlah motor yang lalu-lalang di kawasan tersebut. “Siapa tahu ada motor curian atau motor-motor yang mencurigakan dan pernah dipakai melakukan kejahatan,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan target Indonesia bebas lokalisasi prostitusi pada 2019 terus dikejar Kementerian Sosial (Kemensos). Pendekatan kepada pemerintah daerah pun terus dilakukan.  Hasilnya, sudah 70 lokalisasi prostitusi yang berhasil ditutup. "Saya terus terang surprised sekali. Respons pemerintah provinsi dan kabupaten/kota baik sekali," ujar Mensos Khofifah Indar Parawansa di sela acara open house di kediaman ketua MPR, Jakarta, bulan lalu.

Untuk diketahui, sudah 70 di antara 168 lokalisasi yang ditutup pemerintah pusat bersama pemerintah daerah. Awal Juni 2016 lalu, misalnya, ada 22 titik lokalisasi di Kalimantan Timur yang ditutup secara bersamaan.

"Hasilnya ternyata sudah melampaui target. Dari 168 sekarang tinggal 98," ungkapnya. Jumlah lokalisasi ini tersebar di seluruh Indonesia. Namun, untuk titik-titik besar berada di Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, dan Riau.

Untuk Jawa Barat, Khofifah sudah mendapat konfirmasi dari dinas sosial (dinsos) setempat. Dinsos Jawa Barat menyatakan, yang ada di daerah mereka bukan lokalisasi, melainkan "lokasi". Jadi, hanya tempat untuk transaksi, bukan tempat para pekerja seksual tinggal dan menjalankan aksi.

"Saya awalnya bilang ada 13 lokalisasi. Itu data Dinsos Jawa Barat per 26 Februari 2016 saat rakor. Tapi di-counter," ungkapnya. Namun, konfirmasi terbaru dari dinsos justru mencengangkan. Mereka menyebut ada 63 lokasi prostitusi di daerahnya. Kendati begitu, hingga kini belum ada kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah terkait penutupannya. Kemensos masih terus menjalin komunikasi. (dq/er/yuz/JPG)

Berita Terkait