Tidak Ingin Seroja Kumuh

Tidak Ingin Seroja Kumuh

  Jumat, 22 April 2016 09:00
SEMENTARA: Pekerja membangun kios sementara untuk menampung pedagang Pasar Tengah di Pasar Cempaka Pontianak,Kamis (21/4). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Para pedagang di kawasan Khatulistiwa Plaza, pemilik ruko pinggir Jalan Teuku Cik Ditiro menolak wilayahnya dijadikan lokasi sementara para pedagang dari Pasar Tengah. Ini bermula dari program Pemkot Pontianak yang akan merevitalisasi wilayah Pasar Tengah dan sekitarnya, sehingga sekitar 1.000 lebih pedagang harus direlokasi sementara waktu.

Pantauan Pontianak Post, Kamis pagi, tumpukan kayu tersebut sudah tidak ada. Aktivitas di wilayah itu pun terlihat normal seperti biasa. Salah satu pedagang membenarkan bahwa Rabu sore, ada tumpukan kayu tak jauh dari tempatnya berjualan.

“Kayu datang sekitar pukul empat sore. Warga terkejut karena tidak tahu asal usul kayu ini dari mana dan untuk apa? Memang, saat pagi hari, ada beberapa petugas datang mengukur. Tak tahu buat apa? Sorenya datang tumpukan kayu ini,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan dari beberapa warga dan pedagang di Pasar Seroja, kayu tersebut untuk pembangunan pasar sementara pindahan dari pedagang Pasar Tengah yang tak lama lagi akan dibangun. Mendengar kabar itu sontak warga dan pedagang tidak setuju. Rerata warga dan pedagang di Seroja menolak. “Coba bayangkan, jika ada bangunan sementara didirikan di depan toko, kan jadi tertutup,” terangnya.

Manager Khatulistiwa Plaza Anton menceritakan, peristiwa bermula pada Rabu (20/4) sore. Para pedagang di Jalan Teuku Cik Ditiro dibuat heboh karena tiba-tiba datang bahan-bahan bangunan yang dikirim ke sana. Kayu dan papan tersebut merupakan bahan untuk membangun kios sementara berukuran dua meter kali dua setengah meter bagi pedagang Pasar Tengah.

Menurutnya, para pedagang di sana terkejut karena sebelumnya tak pernah diinformasikan adanya pemindahan tersebut. "Cara Pemkot keterlaluan karena ingin menutup ruko di sepanjang jalan. Ini sudah kami tata bagus-bagus, mau dijadikan kumuh lagi. Meski pindah sementara, tetap tidak bisa, karena pedagang di sini juga perlu hidup,” katanya. 

Dia menilai ini justru akan mematikan para pedagang ruko yang kiosnya terhalang. Belum lagi saat ini mendekati bulan ramadan dan idulfitri. Dirinya pun mempertanyakan, kenapa pemerintah justru tidak memindahkan para pedagang Pasar Tengah ke pasar-pasar yang lokasinya kosong atau ke lahan kosong lain seperti waktu pembangunan Pasar Flamboyan. 

“Banyak contoh ruko mati karena tidak ada akses masuk. Misalnya di Pasar Sudirman. Sekarang kami yang sudah bagus-bagus di sini malah mau ditutup lagi. Pasti tidak terima semua,” ujarnya.

Dia menegaskan tetap tidak akan menerima pemindahan tersebut walau nantinya ada upaya negosiasi dilakukan. Dijelaskannya, pihaknya membangun Khatulistiwa Plaza dengan segala fasilitasnya termasuk tempat parkir demi kenyamanan dan penataan kawasan pasar sesuai keinginan pemerintah kota. Namun justru sekarang ingin dibuat kumuh kembali. 

Salah satu pedagang pemilik Toko Jamu, Aseng mengatakan, semua pemilik ruko telah sepakat menolak. Apalagi dia merasa pemindahan itu tanpa koordinasi sebelumnya. “Kami sepakat menolak, kami sudah bikin surat penolakan yang ditujukan ke Pemkot, Disperindagkop dan UKM juga DPRD, semua sudah diantar,” ujarnya, Kamis (21/4).

Penolakan tersebut dilakukan lantaran mereka merasa, pemindahan para pedagang Pasar Tengah berjumlah 68 kios tersebut bisa menghambat aktivitas berjualan. Aktivitas jual beli yang selama ini sudah cukup sepi tentu akan semakin diperparah apabila ada kios menutupi toko mereka. "Otomatis berpengaruh pada omzet kami," ucapnya.

Selain itu, dia juga mengkhawatirkan lokasi tersebut akan menjadi kumuh. Serta terjadi kemacetan karena kios menutup badan jalan. "Orang akan mengurungkan niat berbelanja bila dari depan jalan sudah melihat lokasi yang sesak. Seharusnya pemerintah juga koordinasi dulu, jangan main asal ukur, lalu barang datang. Ini sama saja pemerintah mau mengadu antarperdagangan,” sesalnya.

Sementara itu, saat ditemui dilokasi, Kamis (21/4), Lurah Darat Sekip Petrus Friyadi menjelaskan, sebagian pedagang Pasar Tengah memang akan direlokasi ke belakang Khatulistiwa Plaza. Namun para pemilik ruko tidak setuju. Untuk itu pihaknya sudah bertemu dengan Disperindagkop dan UMKM untuk mencarikan solusi. “Sementara yang tidak ada masalah di samping Bank Mandiri, maka akan segera dibangun," katanya.

Lahan di samping Bank Mandiri tersebut dinilai tidak akan menutupi ruko para pedagang. Tempat itu merupakan badan jalan yang selama ini digunakan untuk parkir kendaraan. Dengan penolakan ini, Petrus mengungkapkan akan melakukan negoisasi dengan pihak terkait. “Intinya kami terus mencoba komunikasi mencari jalan terbaik sampai ada kesepakatan antara pedagang dengan pemerintah,” ujarnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak Haryadi menjelaskan bahwa sudah tidak ada lagi masalah. Lokasi yang nantinya akan dipakai adalah lahan parkir di samping Bank Mandiri dengan panjang kurang lebih 30 meter. Sementara lokasi depan ruko Khatulistiwa Plaza ditunda sampai ada kesepakatan. “Yang dipakai antara tiang listrik sampai ke pos satpam RW, samping Bank Mandiri ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta para pedagang bersikap kooperatif, mendukung seluruh proses dari awal hingga selesai dalam rangka pembangunan Pasar Tengah dan sekitarnya. Baik bagi para pedagang yang akan dipindahkan maupuan pedagang yang ada di lokasi pemindahan sementara. 

"Semuanya harus mendukung, jangan khawatir apabila kami memindahkan, misalnya di Pasar Seroja sedikit, di beberapa titik lain sedikit," katanya.

Dia meminta kepada Disperindagkop dan UKM Kota Pontianak mengupayakan para pedagang pindah sementara tidak jauh dari lokasi Pasar Tengah, asal tidak mengganggu proses pembangunan. "Saya minta tidak ada yang coba-coba mengganggu proses penataan pasar tengah dan sekitarnya. Jangan mengintimidasi dengan cara apapun," pesannya. 

Pemkot juga akan meminta dukungan pihak Kepolisian dan TNI untuk mengawal percepatan pembangunan pasar tengah ini. Sebab menurutnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan akan meninjau jika pembangunan selesai. "Beliau sudah berbicara saat peresmian Jembatan Tayan, jika penataan pasar yang terbakar selesai, saat berkunjung ke Kalbar dia akan melihatnya, karena itu saya tidak mau hasilnya tidak maksimal," terangnya.

Dia juga berharap para PKL di Jalan Asahan nantinya bisa ikut masuk ke bangunan pasar yang baru. Jalan tersebut nantinya akan menjadi zona bagi pejalan kaki karena pasar tengah dan sekitarnya akan dijadikan kawasan wisata. "Dengan konsep bangunan kota tua seperti awal pasar dulu, pasar tengah akan menjadi kawasan belanja dan wisata, mendukung water front yang akan dibangun di belakang Pasar Parit Besar," jelasnya.  

Berulang kali orang nomor satu di Pemkot Pontianak ini meminta seluruh pihak mendukung. Dia berharap pembangunan tujuh titik di pasar tengah berjalan tanpa hambatan. Karena semua hanya berlangsung sementara, dipastikan pembangunan pasar tengah dan sekitarnya selesai pada Desember tahun ini. Nantinya hasil dari pembangunan juga akan menguntungkan para pemiliknya karena aset meningkat. "Setelah itu semuanya akan kembali  normal. Insya Allah kawasan ini akan lebih nyaman, tertib dan bersih," katanya.

Kepada seluruh pedagang juga diminta jangan khawatir untuk pindah di lokasi-lokasi sementara. "Jangan takut tidak laku, dimanapun berjualan, rezeki sudah ada takaran masing-masing," pungkasnya. (bar/iza)

Berita Terkait