Tiang Listrik Makan Korban

Tiang Listrik Makan Korban

  Senin, 3 Oktober 2016 10:34
TIANG TUMBANG: Tiang listrik di badan jalan bundaran Tugu Durian Sukadana tumbang, Jumat (30/10) sore. Tiang tersebut menimpa salah satu warga yang hendak melaksanakan salat magrib. (inset) Fauzan yang terpaksa harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Pontianak. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Fauzan, warga Kota Sukadana, tertimpa tiang listrik di badan jalan bundaran Tugu Durian, Jumat (30/9) sore. Dia mengalami luka yang cukup serius, sehingga harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Pontianak. Jatuhnya tiang anem tersebut diduga karena kelalaian pekerja dalam melakukan pemotongan tiang.

 
Berdasarkan informasi dihimpun koran ini, sekitar pukul 17.30 WIB, korban berangkat ke masjid untuk menunaikan salat magrib. Namun entah kenapa, saat itu dirinya melihat proses pengerjaan pemotongan tiang listrik yang tidak jauh dari Masjid Al-Qudsi, tempat yang hendak ditujunya. Selang beberapa saat kemudian, tiang listrik yang dipotong oleh pekerja dengan menggunakan gerinda menimpa bagian kiri kepala dan mata korban. Kejadian berlangsung cepat, sehingga dia tak sempat menghindar. Sontak warga berkerumun memberikan bantuan.

Sebelum dirujuk ke Pontianak, Fauzan sempat dilarikan ke Puskesmas Sukadana. Sementara pihak yang terkait dengan pengerjaan pemotongan tiang listrik telah diamankan ke Polsek Sukadana, demi menghindari amukan warga.

Banyak saksi mata yang menilai jika proses pemotongan tiang listrik di sekitar bundaran Tugu Durian tersebut salah. Apalagi tali atau kawat seling yang digunakan pekerja cukup pendek, di mana alur pemotongan tiang listrik pun kurang tepat. Belum lagi sore itu minimnya penjagaan jalan dari pihak pekerja, untuk memberitahukan saat itu masih ada pekerjaan pemotongan tiang listrik.

Mengenai hal ini, salah satu saksi mata, Sadino mengatakan, saat itu memang dirinya melihat salah satu pekerja naik ke tiang listrik dengan membawa tali kawat seling. Dirinya mengira pekerja itu mau menurunkan besi yang melintang pada bagian atas tiang listrik itu. Namun ternyata, dia memperhatikan pekerja itu hanya mengikat tali pada bagian atas tiang.

“Saya memang melihat ada yang naik ke tiang listrik. Saya kira dia (pekerja, Red ) mau melepas besi yang melintang di atas. Ternyata orang itu tidak turunkan besi itu. Begitu saya lihat tidak menurunkan dan hanya mengikatkan tali di besi itu. Selanjutnya yang mengikat tali itu turun, datanglah kepala rombongnya, pun mutuskan tali pengaman yang di bawah. Terus langsung meminta bantu orang yang ada di sekitar untuk memotong tiang listrik pada bagian bawah menggunakan gerinda dan minta bantu dengan orang yang ada di sekitar lokasi,” terang Sadino yang pada saat itu juga berada tidak jauh dari lokasi kejadian. 

Dengan melihat kondisi tiang listrik yang belum mau tumbang, dirinya sempat ingin membantu. Namun belum sempat membantu, tiang tersebut sudah tumbang terlebih dahulu. Parahnya lagi, menimpa korban tepat posisinya di bahu jalan. 

“Begitu motong tiang itu digenjotnya dengan menggunakan tali ke arah jalan, yang belum mau tumbang, saya kejar, saya kejar, mau bantu. Rupanya tiang itu sudah duluan tumbang. Saya pun toleh ke belakang. Ternyata si Fauzan sudah kena timpa tiang dan sudah tidak terelakkan lagi. Saat itu korban posisinya tergeletak pas di bagian ujung tiang listrik yang tumbang ke bagian jalan.  Dengan luka korban di bagian kepala, dan mata sebelah kiri, dengan kondisi sudah tidak sadar. Saya pun segera membawa korban ke Puskesmas Sukadana, untuk pertolongan pertama,” jelas Sadino.

Menurut dia, proses pemotongan tiang listrik tersebut salah lantaran tidak dilengkapi pengaman. “Pemotongan itu tidak ada pengamanan. Adapun karena manusia ye, (korban) melihat jalan sudah bagus kan tidak tahu. Yang jadi pertanyaan, kenapa tidak minta bantu polisi atau Sat Pol PP? Di Sukadana kan juga sudah ada Pol PP atau polisi. Coba minta pengamanan lah. Karena mau ada penebangan tiang lisrik,” sesalnya. (dan)

Berita Terkait