Thamrin Resmi Pimpin ICMI, Jimly: ICMI Lahir untuk Indonesia

Thamrin Resmi Pimpin ICMI, Jimly: ICMI Lahir untuk Indonesia

  Minggu, 14 February 2016 08:58
PELANTIKAN ICMI: Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalbar saat dilantik Jimly Asshiddiqie, ketua ICMI Pusat, Sabtu (13/2) di Aula Rektorat Lantai III. HARYADI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Jimly Asshiddiqie, melantik Majelis Pengurus Wilayah ICMI Kalbar di Aula Rektorat Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Sabtu (13/2). Pengukuhan kepengurusan ICMI Kalbar dengan ketua terpilih, Thamrin Usman, disaksikan langsung sejumlah pengurus ICMI Pusat dan pejabat pemerintah daerah Kalbar.

Acara yang digelar sekitar pukul 09.00 WIB ini dimulai dengan pembacaan sumpah dan janji Majelis Pengurus Wilayah ICMI Kalbar, kemudian penandatanganan oleh ketua, serta prosesi penyerahan ‘pataka’ kepada Ketua ICMI Kalbar yang baru, Thamrin Usman.

Dalam kesempatan tersebut, Thamrin Usman merasa bersyukur telah terpillih menjadi pimpinan ICMI di Kalbar. Harapannya, apa yang dilakukan kelak bisa menjadi bagian dari amal. Karena, dia tak memungkiri, dalam pengabdian di ICMI sifatnya hanya memberi. “Semoga diridai Allah SWT,” ucapnya.

Sosok yang juga Rektor Untan ini merasa begitu banyak tugas berat yang diemban mereka kelak. Secara internal, dia akan mengoptimalkan tupoksi yang ada di dalam organisasi, seiring format dan struktur baru mereka. “Saya mengajak semua untuk segera mengoptimalkan tupoksi masing-masing, agar dapat memberi kemaslahatan di Kalbar dan mudah-mudahan Indonesia,” harapnya.

Dia berharap agar Majelis Pengurus Wilayah ICMI Kalbar terus tumbuh dan dikembangkan. Caranya, menurut dia, adalah dengan memperkuat  sinergitas. Karena, dia yakin, setiap orang tentu memiliki kekuatan masing-masing. Dengan jumlah pengurus yang besar dan kekuatan yang ada, dia yakin akan dapat memberikan kemaslahatan kepada masyarakat luas.

Diingatkan dia di mana begitu banyak tantangan ke depan yang harus dihadapi bersama, baik secara internal maupun eksternal. Sebagai contoh, disebutkan dia, seperti diberlakukannya MEA, fenomena penistaan agama seperti Gafatar, dan lain-lain. ICMI, diharapkan dia, hadir untuk membantu dan mengurangi beban pemerintah. “Kami di kampus ini (Untan, Red) juga berupaya agar terus menghasilkan SDM yang kompetitif, tidak hanya bisa membangun, tapi juga menyelamatkan negara,” tutupnya.

Sementara itu, ketua Umum ICMI Pusat, Jimly Asshiddiqie, melihat ada semangat baru dari dilantiknya Majelis Pengurus Wilayah ICMI Kalbar ini. Apalagi, dia mengungkapkan jika ICMI Kalbar merupakan yang pertama dilantik setelah pengurus pusat dibentuk. Semangat ini menurutnya harus dikelola dengan tepat.

Untuk di Kalbar, dia pun mempercayakan kepada semua jajaran ICMI. Terlebih dia menilai para pengurus wilayah yang dilantik merupakan orang-orang yang kaya ilmu, jaringan, dan lingkungan. “Tinggal bagaimana bisa dikelola dengan baik,” pesannya.

Jadi, menurut dia, tantangan untuk semua adalah bagaimana mengelola ICMI demi kemajuan bangsa. Sebab, ditegaskan dia bahwa ICMI dilahirkan untuk Indonesia, bukan hanya Islam. Para pengurus pun diingatkan dia agar meniatkan untuk bekerja dan berfikir jangka panjang. “Berfikir besar dan bekerja mulai dari hal yang kecil,” katanya lagi.

Jimly juga berpesan agar terus berpegang pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta iman dan takwa (imtak). Keduanya, menurut dia, harus bisa berjalan beriiringan dan tidak boleh diabaikan. Untuk mewujudkannya, diungkapkan dia, diperlukan forum sinergi yang solid. Karena itu, dia menambahkan, ICMI hadir untuk Indonesia, dengan memperkuat iptek dan imtak. “Ini penting sekali untuk diketahui, sebab tidak akan bisa sebuah negara maju jika tidak peduli dengan Imtak dan Iptek,” pungkasnya. (bar)