Thamrin: Potensi Keanekaragaman Hayati Kalbar Besar

Thamrin: Potensi Keanekaragaman Hayati Kalbar Besar

  Senin, 10 Oktober 2016 08:58

Berita Terkait

UNIVERSITAS Tanjungpura sukses menggelar International Conference on Biodiversity 2016 di Hotel Golden Tulip Pontianak pada 8-9 Oktober. Acara yang digelar bersama Society for Indonesian Biodiversity tersebut mengambil tema "Sustainable Biodiversity for Better Life”. Hadir sekitar 100-an peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Mereka memaparkan karya ilmiah yang berkaitan dengan lingkungan dari disiplin ilmu masing-masing.

Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman DEA mengatakan, pihaknya sangat peduli akan isu lingkungan dan keanekaragaman hayati. Berbagai program penelitian dan aktivitas sosial, secara mandiri maupun bekerjasama dengan berbagai pihak kerap dilakukan Untan. "Tepat sekali bila even ini diadakan di Kalimantan Barat, karena wilayah ini memiliki kekayaan hayati yang besar. Sebagai contoh, tumbuhan yang berguna sebagai obat sangat banyak di sini," ujarnya.

Rektor mengatakan, even tersebut sangat bergengsi karena menghadirkan ratusan karya ilmiah berlevel internasional. Hal ini membuktikan Untan semakin diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. "Kita buktikan, ternyata Untan mampu dan sukses menggelar konferensi internasional," sebutnya.

Dijelaskan dia pula, konferensi ini sangat bermanfaat untuk para peserta. Mereka bisa saling bertukar informasi dan berdiskusi soal biodiversity. “Untuk para dosen dan peneliti juga sangat berharga, karena kami berharap karya mereka bisa masuk ke jurnal ilmiah berindes Scopus (pusat data terbesar dunia). Di Untan, kita fasilitasi juga para doktor untuk segera meraih gelar professor,” sebutnya.

Ketua panitia konferensi Dr Dwi Astiani mengatakan, kegiatan didasari komitmen dunia perguruan tinggi mempertahankan keanekaragaman hayati. "Lewat karya ilmiah yang dihadirkan, kita akan tahu kondisi terkini lingkungan hidup Indonesia dan dunia," ujarnya.

Menurut dia, para akademisi memiliki tanggung jawab untuk kelangsungan lingkungan hidup. Apalagi, kata dia, kerusakan lingkungan masih berlangsung lewat penebangan hutan, perburuan liar, kebakaran lahan, dan masalah lainnya. “Kita memerlukan solusi untuk itu. Lewat penelitian terpercaya kita bisa melakukan sesuatu untuk dunia kita,” jelasnya.

Sementara, itu Ketua Kantor Hubungan Internasional Untan, Dr techn Zairin Zain ST MT menyebut acara ini juga menghadirkan keynote speaker dari berbagai universitas top luar negeri yang menjadi mitra Untan. “Ini bentuk kemitraan kita dalam lingkup internasional,” ujarnya.

Para keynote speaker yang hadir Prof Thamrin Usman (Untan), Prof Susan E Page (University of Leicester), dan Prof Tsuyoshi Yoshimura (Kyoto University). Susan memaparkan penelitiannya tentang lahan gambut. Sementara itu, Tsuyoshi membahas tentang rayap yang ditelitinya di Sumatera dan Malaysia.

Tidak melulu konferensi, para peserta juga mendapat undangan jamuan makan malam dari Wakil Wali Kota Pontianak, Edi R Kamtono. Selain itu, para peserta juga diajak untuk berwisata. Dengan perahu wisata, rombongan menyusuri Sungai Kapuas dan mengunjungi Tugu Khatulistiwa yang menjadi ikon Pontianak. (ars)

Berita Terkait