Thalassemia Perlu Dapat Perhatian Khusus

Thalassemia Perlu Dapat Perhatian Khusus

  Jumat, 16 September 2016 10:49

Berita Terkait

RUMAH Sakit Umun Daerah (RSUD) Soedarso merupakan rumah sakit rujukan pertama dan terutama di Kalbar. Adapun visi dan misi RSUD Soedarso adalah menjadi rumah sakit yang mandiri dan profesional.

 
Salah satu fasilitas yang ada di RSUD Soedarso adalah merupakan satu-satunya tempat berobat bagi penderita thalassemia di Kalbar. Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika, dimana menyebabkan sel darah merah menjadi lebih mudah pecah dan menyebabkan anemia pada penderitanya. Penyakit ini tidak menular tetapi diturunkan.

Penderita thalassemia di Kalbar sekitar 140 orang terdaftar (meningkat 260% sejak 7 tahun yang lalu). Masih banyak penderita thalassemia yang belum terdaftar atau terlacak di Kalbar, yang disebabkan oleh banyak hal seperti belum tahunya masyarakat tentang penyakit ini, sehingga bila melihat anaknya pucat hanya berfikir karena kekurangan vitamin, masih belum meratanya pengetahuan tenaga kesehatan dipelosok mengenai penyakit ini. Selain itu, pelacakan mengenai penyakit ini juga relatif tidak murah.

Ini memerlukan perhatian serius di Kalbar, mengingat thalassemia bisa dicegah tapi tidak bisa disembuhkan hanya transfusi darah dan meminum obat untuk membuang zat besi yang berlebihan, serta monitor kondisi penderita yang bisa dilakukan di Kalbar. Di negara maju mungkin bisa melakukan transplantasi sum-sum tulang pada penderita thalassemia, tetapi juga masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Seorang anak thalassemia paling sedikit membutuhkan pendonor darah sekitar 12 orang untuk menjamin tersedianya stok darah, tranfusi yang dilakukan rutin hampir tiap bulan juga akan menimbulkan reaksi alergi, resiko terkena infeksi dan penumpukan zat besi yang semakin banyak. Minum obat rutin tiap hari terkadang menimbukan dampak psikologi pada anak tersebut, ada rasa malas, tidak dapat beraktivitas maksimal bila jumlah darah dalam badan mulai berkurang dari awal, dari gejala yang muncul, tampak pucat, tranfusi berulang adanya pembesaran hati dan limpa, wajah yang khas, bila melihat anak seperti itu segeralah dilakukan pemeriksaan. Untuk saat ini pengobatan thalassemia ditanggung oleh BPJS, dimana untuk anak bisa menghasilkan dana sekitar 12-17 juta sebulannya.

Selain fasilitas thalassemia, RSUD Soedarso juga akan membuka poli tumbuh kembang yang rencana akan dibuka 22 Oktober 2016. Di poli tersebut dapat melayani konsultasi dan pelacakan kelainan tumbuh kembang seorang anak, konsultasi masalah laktasi, dan pemberian makanan pendamping ASI. Bahkan dapat memantau tumbuh kembang anak yang sehat, anak dengan thalassemia dan anak dengan kebutuhan khusus. “Thalassemia perlu perhatian khusus di Indonesia, terutama di Kalbar yaitu dengan menekan jumlah kelahiran thalassemia. Di negara maju, penderita thalassemia sangat menurun drastis dikarenakan pelacakan yang dilakukan dari saat sebelum menikah. Di Kalbar sudah mendirikan Persatauan Orangtua Penderita Thalassemia (Popti), dimana wadah tersebut orangtua abisa bertukar informsi bisa merasa tidak sendiri, dan dapat saling berbagi dengan sesama orangtua penderita.

Di RSUD Soedarso hubungan anak thalassemia dengan dokter dan perawat bukanlah sebagai pasien dan dokter lagi tapi sudah seperti keluarga. Buat anak thalassemia, RSUD Soedarso adalah rumah kedua buat mereka. “Kedepannya diharapkan dapat lebih melengkapi beberapa alat untuk pemeriksaan anak-anak thalassemia, saat ini pemeriksaan kadar besi sudah dapat dilakukan, diharapkan akan ada alat untuk mencuci sel darah merah yang akan ditranfusikan bila anaknya cenderung ada reaksi transfusi, serta saringan khusus saat akan ditransfusi,” harap dr. Nevita MSc SpA (Dokter Spesialis Anak).(**)

Berita Terkait