Tewas Tenggelam

Tewas Tenggelam

  Jumat, 15 April 2016 09:39
EVAKUASI : Tim SAR gabungan sedang mengevakuasi mayat Nurhawi (56) warga Jalan Khatulistiwa yang tenggelam di dermaga penyeberangan Kapal Feri, Kamis (14/4). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SEORANG tukang becak, tewas setelah tenggelam di perairan sungai Kapuas, saat akan menyeberang melalui kapal penyeberangan. Korban tenggelam lantaran berusaha untuk menyelamatkan becaknya yang terjatuh ke sungai, Kamis (14/4) pukul 13.15. 

Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, Nurhawi (56),  warga Jalan Khatulistiwa tersebut hendak menyeberang ke Kota Pontianak menggunakan kapal penyeberangan. Namun, saat hendak naik ke kapalm tiba-tiba becak korban terjatuh ke sungai tepatnya di kiri dermaga. 

Korban yang saat itu mendorong becak ikut terjatuh ke dalam air sementara istrinya, nyaris tenggelam namun berhasil diselamatkan oleh petugas kapal. Usaha pencarian korban pun dilakukan, aparat dari Pol Air Polda Kalbar bersama tim Basarnas langsung melakukan penyirisan di lokasi jatuhnya korban  dan menemukan becak dengan jaak dua meter dari dermaga.

Sementra penyisiran terus dilakukan dan akhirnya menemukan korban, Nurhawi sudah tidak bernyawa. Jasad sang tukang becak ditemukan berjarak lima meter dari dermaga penyeberangan. Petugas sempat kesulitan mencari korban karena arus sungai yang cukup deras. 

Saksi mata, Iwan, menuturkan saat korban jatuh bersama becaknya kondisi cuaca sedang gerimis. Kemungkinan korban terpeleset hingga menyebabkan becak terdorong laju ke sungai dan menyebabkan korban terseret. “Istri korban juga sempat jatuh, namun berhasil diselamatkan,” kata Iwan. 

Setelah beberapa lama korban tenggelam, lanjut dia, tidak lama kemudian datang sejumlah petugas menggunakan perahu melakukan pencarian, dimana korban akhirnya ditemukan namun sudah dalam keadaan tidak bernyawa. 

Petugas Basarnas, Rudiansyah, mengatakan dari laporan yang diterima, pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian. “Seluruh tim melakukan penyisiran berusaha secepatnya untuk menemukan korban. Namun dua jam kemudian korban baru di dapat dan dalam keadaan sudah tak bernyawa,” kata Rudiansyah. 

Dia menuturkan, proses pencarian korban memang sedikit terkendala dengan derasnya arus sungai. Namun, tim terus berusaha mencari korban hingga akhirnya ditemukan sekitar delapan meter dari dermaga. “Pertama d temukan becak setengah terkubur di bawah jembatan. Kita naik lagi, terus turun mundur ke belakang sekitar kurang lebih tiga  meter dari becak, atau lima meter dari dermaga barulah ditemukan jasad korban,” ungkapnya. (adg)

Berita Terkait