Tetap Waspada

Tetap Waspada

  Jumat, 13 Oktober 2017 10:00
LEWAT: Boaz Solossa ketika melewati kiper Mitra Kukar pada laga putaran pertama di Stadion Mandala Jayapura, 3 Juli lalu. Hans/Cepos

Berita Terkait

Mitra Kukar Vs Persipura 

JAYAPURA- Tim Persipura kembali menjalani laga lanjutan Liga I Gojek-Traveloka pekan ke-29, menghadapi tuan rumah Mitra Kukar  di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Jumat (13/10) sore ini.   Meski dalam catatan sejarah pertemuan Persipura Vs Mitra Kukar ini, Persipura selalu diunggulkan, namun Boaz  Solossa dkk, tentu harus tetap waspada dengan para pemain berjuluk Naga Mekes ini. 

Terhitung mulai 2011, kedua tim telah bentrok sebanyak 12 kali. Hasil terbaik Mitra Kukar  hanya mampu menahan imbang Persipura dua kali. Namun, keangkeran Aji Imbut musim ini  tentu jadi motivasi para pemain Mitra Kukar untuk mematahkan kutukan Boaz Sollosa dkk sore ini (Kick Off 16.00 WIT. Live TV One).  

Bukan hanya modal kandang, tren positif diklaim Bayu Pradana dkk pada dua pertandingan terakhir. Sepasang laga sebelumnya, ditutup Mitra Kukar dengan poin sempurna. Masing-masing saat menjamu Sriwijaya FC (30/9) dan Persegres Gresik United sepekan setelahnya.  

Di satu sisi, Persipura Jayapura tetap memasang target tiga poin. Hal ini demi memenuhi ambisi mereka untuk terus mendongkrak posisi tim di papan atas klasemen liga 1 musim ini. Persipura yang menghuni posisi 5 terpaut 9 poin dari Bahayangkara FC yang berada dipuncak klasemen sementara liga 1 terus bertekat keras untuk menuai hasil positi di laga-laga sisanya.

Hanya saja, menghadapi Mitra Kukar  sore ini, Persipura tanpa diperkuat oleh 4 pilar utamaya. Jika sebelumnya ada  Ruben Sanadi dan Imanuel Wanggai yang tak bisa tampil karena cedera dan Ricardo Salampessy karena akumulasi kartu. Kini giliran salah satu penyerangnya Feri Pahabol yang tak bisa main karena ada izin urusan keluarga.

Meski tanpa empat pemain kunci tersebut, Mutiara Hitam tentu akan tetap tampil solid dan kuat. Pasalnya Persipura memiliki beberapa pemain kunci yang bisa menganti posisi mereka dalam tim.

Selain itu secara head to head Persipura memang lebih diuntungkan pada laga ini.

Kekalahan telak Mitra Kukar dari Persipura dengan skor 6-0 di putaran pertama di Stadion Mandala Jayapura, tentu  membuat pasukan Wanderley Da Silva semakin termotivasi tinggi untuk kembali melanjutkan hasil positif tersebut di kandang Mitra Kukar.

Hanya saja, Persipura tetap harus konsen selama 90 menit pertandingan, sebab Mitra Kukar juga menunjukkan trend positif dalam dua laga terakhirnya di kandang mereka. Yakni  berhasil mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 dan mengalahkan Persegres 4-2.

“Pertandingan sore ini saya melihat sangat seru sekali dan menarik untuk ditonton. Kita memang punya sedikit waktu persiapan, tetapi kita akan siap menurunkan sekuat terbaik dilaga ini,”ungkap Pelatih Wanderley.

Memang pada laga ini ada beberapa pemain kunci yang tak bisa tampil. Tetapi secara keseluruhan tim dan pemain semua sudah sangat siap untuk tampil yang terbaik dan memberikan hiburan kepada penonton yang ingin menyaksikan pertandingan.

“Saya memang bawa 22 pemain, ada Ricardo Salampessy yang ikut untuk jaga kondisi, tetapi tidak bisa main karena akumulasi kartu. Selain itu ada dua pemain yang cedera, Imanuel Wanggai dan Ruben Sanadi, dan juga Pahabol yang izin urusan keluarga,”tuturnya.

Namun situasi ini tak membuat persiapan timnya terganggu, timnya sudah sangat siap bertanding. Konsentrasi pemainnya juga tidak ada masalah untuk bisa meraih poin penuh 

“Kita datang kesini untuk target tiga poin dan itu tidak mudah ya. Kita tau Mitra Kukar juga mimpi yang sama untuk memperbaikki periangkat di kompetisi, sehingga kita harus waspada dengan permainan mereka dan pertandingan ini nantinya akan berjalan sangat seru,”ucap Wanderley.

Pelatih asal Brazil ini menyampaikan, sekarang tidak ada yang mudah dari urutan 1-8 semua punya peluang untuk menjadi juara. Karena jarak poin tidak terlalu begitu jauh. Sehingga sekarang timnya berpikir dulu untuk menghadapi Mitra Kukar dulu baru pikir lagi pertandingan berikutnya.

“Kami berharap Mitra Kukar bisa menampilkan permainan yang menyerang di laga ini. Beberapa tim sebelumnya yang melawan kami selalu bermain bertahan. Tentu laga ini menarik karena kedua tim mencari kemenangan. Sehingga target kami pada laga ini wajib tiga poin dan itu harga mati bagi Persipura,”tambah Wanderley.

Hal senada di sampaikan Friska Womsiwor bahwa, ia dan rekan-rekannya sudah lakukan persiapan dengan baik untuk menghadapi Mitra Kukar pada laga sore hari ini.

“Kami dating kesini bukan untuk sekedar jalan-jalan, tetapi kami datang punya mimpi besar untuk meriah tiga poin penuh di sini dan tentu ingin berbuatn yang terbaik bagi masyarakat Papua,”ucap Friska.

Friska melihat Mitra Kukar adalah tim yang kuat dan patut diwaspadai oleh timnya. Hanya saja semua pertandingan tersebut diserahkan kepada Tuhan, karena dirinya dan rekan-rekannya hanya berusaha untuk bermain yang terbaik.

“Saya optimis kami bisa menangkan laga. Kuncinya tetap menjaga kekompakan dan kerja sama tim itu yang perlu. Laga ini sangat berat dan menarik untuk ditonton. Karena hasilnya nanti akan tentu merubah posisi tim kami diperingkat liga 1 saat ini. Sehingga apapun bentuk pertandingannya nanti kami harus berjuang sekuat tenaga dan tidak boleh kalah,”tutup Friska. 

Bagi pelatih Mitra Kukar Yudi Suryata sendiri, menjamu Persipura tak ubahnya laga reuni. Pengalaman mengarsiteki Mutiara Hitam pada tahun 2000 dan 2004 masih akrab di memori. Boaz masih pemain muda saat itu. 

Poin itu pula yang menjadi modal baginya. Sedikit banyak mengenal Persipura, pelatih berkepala plontos tersebut optimistis timnya punya peluang menang. “Saya tidak ingin melihat rekor pertemuan kedua tim. Pertandingan besok saya anggap berbeda. Saya optimistis bisa memberikan tekanan kepada tim tamu. Lebih dari itu, kami ingin menang,” ungkap eks arsitek Persis Solo tersebut.

Memiliki waktu cukup panjang melakukan evaluasi, Yudi merasa saat ini kondisi timnya cukup menjanjikan. Kekurangan di lini tengah saat menantang Kebo Giras pekan lalu, diakuinya telah mendapatkan racikan terbaik. Dia berharap, anak asuhnya tidak kalah mental. “Pada dasarnya kekuatan tim di Indonesia ini tidak terlalu jauh berbeda. Pertandingan besok (hari ini), hasilnya akan lebih dipengaruhi mental pemain,” imbuhnya.

Asa mengukir sejarah turut didengungkan kapten tim Bayu Pradana. Tak pernah menang sejak 2011 turut menjadi pelecut semangat klubnya mematahkan rekor buruk. Dia meminta rekan satu timnya tidak melakukan kesalahan fatal yang bisa merugikan tim. Terutama di sektor pertahanan kanan dan kiri.

“Pada putaran pertama saat kami dibantai 0-6, hampir semua gol tercipta dari pola yang sama. Sebelum mencetak gol, mereka menyisir dari sisi kanan dan kiri pertahanan. Kami tidak bisa biarkan itu terjadi di Aji Imbut,” terang pemain 26 tahun itu. (ans/don/bby/tri)

Berita Terkait