Tetap Toleransi Setelah Menikah

Tetap Toleransi Setelah Menikah

  Sabtu, 8 Oktober 2016 10:15

Berita Terkait

 

Tak hanya sebelum menikah saja, toleransi juga harus tetap dipertahankan ketika sudah menikah. Psikolog Romi Arif Rianto menyatakan hal ini akan mempengaruhi kehidupan pasangan dalam rumah tangganya.

“Setelah menikah pun harus tetap toleransi agar kehidupan keluarganya menjadi harmonis,” jelasnya.

Tidak ada yang salah dengan perbedaan suku ataupun tradisi. Ketika sudah ditakdirkan berjodoh, bangunlah rumah tangga dengan saling memahami satu sama lain. Ketika perbedaan tradisi dapat menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga Anda, cobalah untuk mengomunikasikannya dengan pasangan.

“Ada suami atau istri yang masih tetap ingin menjalankan tradisi dalam keluarganya, sementara pasangannya merasa hal tersebut  tidak perlu. Nah, jika hal ini tidak dikomunikasikan dengan baik akan memicu konflik,” jelas Arif.

Cobalah untuk mempelajari tradisi di keluarga masing-masing pasangan. Sebab perlu disadari bahwa setiap pasangan dibesarkan dalam lingkungan adat dan budaya yang berbeda. Kebiasaan-kebiasaan itu juga berpengaruh pada pola pikir dan perilaku pasangan. Dengan mengetahui hal tersebut, seseorang bisa memahami pasangannya.

Contohnya ketika seseorang sedang hamil, ada kepercayaan ketika hendak keluar rumah sebaiknya membawa benda tajam seperti peniti, atau gunting. Jika sang istri percaya dengan hal tersebut dan suaminya tidak, ini dapat memicu konflik. Belum lagi jika harus berhadapan dengan orang tua.

“Jika memang tidak sesuai dengan logika Anda, tetaplah menghormati orang tua. Jika tetap tidak mempercayai hal tersebut, jelaskan alasannya sehingga orang tua dapat menerima alasan tersebut. Misalnya tidak sesuai dengan logika, atau malah bertentangan dengan agama,” tutur Romi. (mrd)

Berita Terkait