Tetap Perjuangkan Hambalang

Tetap Perjuangkan Hambalang

  Rabu, 30 March 2016 09:19
TINJAU: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meninjau langsung sarana dan prasarana olahraga di Bukit Hambalang, Bogor.

Berita Terkait

JAKARTA – Segala pertimbangan untuk melanjutkan pembangunan megaproyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terus dikaji. Kemenpora sebagai pemegang kewenangan olahraga nasional yakin pembangunan Hambalang bisa dilanjutkan.

Keyakinan itu merujuk pada hasil kajian sementara tim audit Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang menyebutkan kondisi tanah Hambalang yang labil masih dalam batas aman. Artinya keraguan akan lokasi Hambalang yang rawan longsor bisa diantisipasi dengan teknologi yang ada.

Gatot S Dewa Broto, deputi IV bidang peningkatan prestasi, mengatakan bahwa tim audit teknis Kemen PU dan Pera tengah menyiapkan rancangan  detailnya. ”Pergerakan tanah tipis sekali dan masih dalam batas toleransi,” ujarnya di kantornya kemarin (29/3).

Senin kemarin (28/3), Kemenpora, Kemen PU dan Pera, serta BPKP telah bertemu dengan KPK. Poin utama adalah membahas kemungkinan melanjutkan pembangunan Hambalang. ”Pada prinsipnya KPK yang sekarang masih konsisten dengan hasil putusan 27 Juli 2015 lalu,” lanjut Gatot. Putusan tersebut menjelaskan bahwa aset Hambalang bukan termasuk aset sitaan KPK terkait kasus Korupsi Hambalang.      

Menpora Imam Nahrawi mengatakan aset mangkrak yang ada di depan mata harus segera dicarikan solusi. ”Hambalang sudah mencapai hampir 50 persen, Kemenpora butuh sarana itu,” terang Menteri asal Madura itu.

P3SON Hambalang nantinya bakal menjadi sentra nasional pembinaan olahraga nasional. ”Kajian kami, semua akan kami laporkan, termasuk tingkat kerugian yang berpotensi muncul,” katanya. 
Seharusnya kelanjutan tentang pembangunan Hambalang dibahas dalam  rapat kabinet terbatas (Ratas) di kantor presiden. Tetapi karena, audit tim teknis belum rampung akhirnya diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. ”Selain itu ada hal urgen yang harus dibahas lebih dahulu, yakni terkait Light Rapid Transit untuk Asian Games 2018,” timpal Gatot. Dalam Ratas kemarin, lebih difokuskan untuk melanjutkan proyek LRT.(nap/byu/tom)

 

Berita Terkait