Tetap Kobarkan Semangat Bergotong Royong

Tetap Kobarkan Semangat Bergotong Royong

  Rabu, 29 June 2016 09:47
TABUR BUNGA: Wakil Bupati Kapuas Hulu didampingi jajaran forkopimda saat menabur bunga di makam pahlawan manalo marajuang di Putussibau Utara.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

 
Setiap 28 Juni diperingati Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Selasa (28/6) pagi, upacara peringatan hari berkabung daerah di makam pahlawan Mano Marajuang di Putussibau Utara berlangsung khidmad.

Mustaan, Kapuas Hulu

SELURUH jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) beserta jajarannya hadir pada upara yang di pimpin Wakil Bupati Kapuas Hulu. Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero bertindak sebagai inspektur upacara di Taman Makam Pahlawan Manalu Marajuang. Usai upacara, Wabup mangajak seluruh stakehilder di daerah ini dapat mengharagai jasa-jasa pejuang yang telah membela daerah ini. Sehingga mengorbankan jiwa dan raga. Itu merupakan salah satu bentuk kecintaan para pejuang pada daerah dan bangsa ini.

Politisi DPK PKPI Kapuas Hulu ini mengatakan, mesti beterimakasih kepada para pejuang yang telah gugur karena berjuang habis-habisan melawan penjajah. Walaupun gugur mengorbankan jiwa, tapi jasa pejuang harus diingat, salah satu cara  dengan meneruskan perjuangan membangun daerah ini.

“Perjuangan pahlawan, melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan sangat luar biasa,” terangnya. Yang menikmati indahnya kemerdekaan itu adalah generasi setelah mereka dan ini yang dirasakan kita saat ini.

“Kalau para pejuang terdahulu berjuang dengan pertumpahan darah hingga nyawa. Maka, tugas kita selaku masyarakat, berjuang dengan melanjutkan pembangunan,” kata Anton. Yang tidak kalah penting lagi adalah harus taat terhadap aturan, jaga kekompakan dan kegotongroyongan.

Mantan anggota DPRD Kapuas Hulu ini mengatakan, gotong royong sangat penting digalakan, karena bisa menjadi modal dasar dalam meneruskan pembangunan bangsa dan negara. Bergotong royong sudah dicontohkan oleh nenek moyang terdahulu dalam mereka berjuang. Maka sekarang ini harus mereflesikan kembali budaya gotong royong  itu serta menjalankannya dilingkungan masing-masing.

Menurut Anton Pamero, kondisi lingkungan masyarakat saat ini tidak seperti dulu, semangat gotong royong sudah memudar. Padahal contoh dan teladan pejuang bangsa yang sangat mementingkan persatuan dan kesatuan bisa diimplementasi oleh generasi sekarang. Dia sangat menginginkan apa yang  telah dicontohkan para pejuang bisa menjadi contoh dan cerminan masyarakat disaat ini. (*)

Berita Terkait