Tetanggaku Usil Sekali

Tetanggaku Usil Sekali

  Rabu, 3 Agustus 2016 10:09

Berita Terkait

Memiliki tetangga usil pasti tak menyenangkan. Dia selalu ingin mengetahui dan ikut campur urusan orang lain. Berbagai cara dilakukannya untuk mencari infomasi, kemudian dijadikan bahan omongan kepada tetangga lainnya. Lantas, apa yang harus dilakukan jika memiliki tetangga seperti ini?

Oleh : Marsita Riandini

Perempuan yang meminta dipanggil Icha ini pernah menjadi korban keusilan tetangga. Pegawai negeri Pemerintah Kota Pontianak ini tinggal di salah satu komplek perumahan. Cukup lama ia tinggal di sana. Sejak anak tertuanya berusia dua tahun dan kini berusia 30 tahun.

Pernah suatu ketika, Icha melakukan rehab rumah. Saat para tukang bekerja, tiba-tiba ada tetangganya datang dan langsung masuk hingga ke dapur. “Ternyata dia hanya mau melihat apa yang dikerjakan tukang tersebut,” kata Icha yang kini berusia lebih dari setengah abad ini.

Tak hanya itu, sang anak Icha pun tak luput dari gunjingan. “Tetapi saya tak menanggapi. Ambil positifnya saja,” tutur Icha.

Kendati pernah menjadi keusilan tetangganya, Icha tak sedikit berniat sedikit pun untuk pindah. Karena ia sudah merasa nyaman tinggal di sana.

“Memang ada beberapa yang usil. Tetapi tetangga lain kan tidak. Enaknya tinggal di sini, kalau ada yang kesusahan, tetangga siap gotong royong membantu,” ungkap Icha sambil tersenyum.

Manusia merupakan makhluk sosial, yang tak bisa hidup secara individual. Ada banyak hal yang mau tidak mau harus berhubungan dengan satu atau  banyak orang. Namun, yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Ada yang cenderung pendiam, tetapi ada pula yang suka mengobrol.

Demikian pula dalam kehidupan bertetangga. Tidak peduli apakah Anda tinggal di apartemen di tengah kota atau di rumah besar di pinggiran, pasti ada yang tidak peduli dengan apa yang Anda lakukan, dan akan selalu ada tetangga yang ingin tahu urusan Anda. Bahkan tak jarang membuat Anda merasa stress menghadapi tetangga seperti itu. 

Romi Arif Rianto, S. Psi, Psikolog mengatakan bahwa hidup rukun bertetangga merupakan dambaan setiap orang. Anda harus tahu bagaimana cara menghadapi situasi ini dengan sopan dan ramah.

Romi menjelaskan hidup rukun bertetangga penting karena saudara yang paling dekat adalah tetangga.

“Tetangga itu bagian dari hidup kita. Maka ada istilahnya, ketika ada musibah, orang yang pertama menolong adalah tetangga. Sebab tetangga yang lebih dekat dengan kita. Sementara keluarga, sering kali tahu belakangan karena mereka tinggal berjauhan,” jelas psikolog di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kalimantan Barat ini kepada For Her.

Jika tetangga yang ada di samping atau depan rumah terkesan kepo atau mau tahu banyak hal tentang Anda, tentu harus pandai-pandai menyikapinya. “Tidak semua hal harus diselesaikan dengan amarah, yang membuat tetangga yang satu dengan tetangga yang lainnya bermusuhan,” kata Romi.

Pahami pula bahwa setiap orang itu berbeda-beda. Ada tetangga yang cuek, tetapi ada pula yang peduli dengan kehidupan Anda.

“Peduli ini terbagi lagi. Ada yang benar-benar peduli, tetapi ada yang terlalu peduli dengan kehidupan kita. Sampai-sampai apa yang kita beli, warna cat rumah yang akan diganti saat lebaran, ingin diketahui olehnya,” ungkap salah satu Owner Biro Konsultasi Persona ini.

Menghadapi tetangga yang seperti ini memang tidak mudah. Butuh kesabaran yang ekstra agar tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan. Tentu Anda tidak ingin mengalami perang dingin dengan tetangga yang seharusnya saling tegur sapa.

Cobalah untuk tetap mengendalikan emosi agar tidak terpancing untuk berselisih. “Rada susah menghadapi tetangga yang seperti ini. Sebab apapun yang Anda lakukan tetap akan menjadi bahan omongan, baik diam ataupun marah,” tutur Romi.

Biasanya tetangga seperti ini akan membicarakan tetangga lain kepada Anda. Jika seperti itu sebaiknya menunjukkan bahwa Anda tidak suka dengan obrolan tersebut. “Ketika tetangga tersebut mulai membicarakan tetangga lain, entah itu beli perabot baru, ataupun kejelekan lainnya, sebaiknya tidak menanggapi. Atau, menunjukkan ketidaksukaan,” sarannya.

Dengan begitu, tetangga akan sadar bahwa Anda tidak suka dengan obrolan itu. Bahkan, dia juga merasa bahwa Anda tak asyik untuk diajak bergosip. Sebaliknya, silahkan merespon positif ketika tetangga tersebut membicarakan hal-hal yang baik. Misalnya membicarakan masalah pendidikan anak atau hal lain yang tidak mengarah bergosip.

Tak ada salahnya pula Anda mengingatkan dia, jika itu memungkinkan. Apalagi jika hubungan Anda dengan tetangga tersebut sudah cukup dekat.

“Katakan bahwa apa yang disampaikannya itu tidak baik untuk dibahas.  Tetapi ada pula orang yang semakin ditunjukkan kalau dia salah, dia akan semakin menolak. Kalau dia salah, dia akan semakin menjauh,” jelas Romi

Romi juga menyarankan agar mencari cara untuk menghindari tetangga yang usil. Jika dia mulai menanyakan hal-hal yang menurut Anda bersifat pribadi, Anda bisa katakan sedang sibuk, atau mengalihkan pembicaraan ke topik lainnya. “Memang tidak nyaman terus menerus menghindar, tetapi akan tidak menyenangkan lagi jika kehidupan Anda menjadi tontonan menarik bagi tetangga,” ujar Romi. **

-----------------------------------------

 

Motivasi orang ingin tahu kehidupan Anda juga beragam. Psikolog Romi Arif Rianto mengungkapkan beberapa alasan yang membuat seseorang terkesan usil dengan kehidupan orang lain.

*Bahan Gosipan

Biasanya tetangga yang kepo ini sengaja mencari informasi agar bisa menjadi topik pembicaraan dengan tetangga lainnya. Misalnya, dia akan melihat barang yang dibeli tetangga, kemudian menjadi bahan pembicaraan. Ada pula yang merasa puas jika mengetahui banyak hal tentang tetangganya. Semuanya kembali pada karakter setiap orang.

*Iri Hati

Ada pula karena iri hati. Contohnya ketika tetangga sebelah rumah membeli mobil baru, sementara mobil miliknya tidak sebagus milik tetangga. Reaksinya pun beragam. Mulai bertanya harga mobil berapa, bahkan bukan tidak mungkin menelusuri dapat uang dari mana. Biasanya tipe orang seperti ini juga akan memaksa diri untuk mendapatkan yang lebih. Mulai mengomeli suami, ataupun melakukan beragam cara agar bisa menyamai atau melebihi apa yang dibeli oleh tetangga.

*Trouble maker

Anda mungkin punya kenalan yang sering berkelahi dengan tetangganya. Bahkan, beberapa kali pindah rumah pun akan ada tetangga yang bertengkar dengannya. Seseorang seperti ini bisa karena dia tidak menyukai seseorang dengan karakter tertentu, bisa pula karena mereka memang trouble maker.

Jika karena personal, biasanya di mana pun dia berada, ketika bertemu dengan karakter yang tidak disukainya, maka dia akan berselisih. Tetapi kalau trouble maker, dia bisa berselisih dengan dua orang, bahkan lebih, dengan karakter yang berbeda. Bahkan mungkin banyak yang tidak menyukainya, tetapi memilih diam karena tidak ingin menimbulkan masalah. (mrd)

Berita Terkait