Tes Urine Pegawai

Tes Urine Pegawai

  Kamis, 14 April 2016 09:35
TES URINE: Pegawai Lapas Klas II B Sintang saat menjalani pemeriksaan tes urine.SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sintang melakukan pemeriksaan tes urine terhadap pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sintang. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan urine pegawai yang positif mengandung narkoba.

“Semua yang diperiksa negatif,” kata Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmadin, Rabu (13/4).

Menurut dia, BNN mengambil tes urine kepada 48 pegawai Lapas. Satu persatu pegawai diambil urinenya untuk diperiksa. Petugas memeriksa secara seksama, dan pegawai Lapas cukup antusias menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan juga langsung diketahui. Semua urine yang diperiksa tidak didapati mengandung narkoba.

Agus menambahkan pemeriksaan tes urine bisa berjalan, juga sepenuhnya atas dukungan pihak Lapas. Koordinasi yang dilakukan BNN mendapat sambutan positif, sebelum kemudian tes urine dapat terlaksana. “Kegiatan ini dalam bagian mendukung operasi Bersinar,” katanya.

Menurut Agus, kerjasama antara BNN dan Lapas akan terus ditingkatkan. Tidak bakal berhenti hanya sebatas pemeriksaan urine kepada pegawai Lapas.

Pasalnya, kedepan diupayakan pemeriksaan urine kepada penghuni atau warga binaan juga dapat berjalan.

Agus menambahkan, harapan BNN tersebut sudah disampaikan kepada pihak Lapas. Sambutan positif juga didapat BNN. “Kita sudah dapat sinyal, kalau pihak Lapas siap,” ujarnya.

Kendati demikian, menurut Agus, kapan pelaksanaan, perlu ditentukan waktu yang tepat. Tidak kalah penting yakni disertai dengan perencanaan baik. BNN, lanjutnya, juga bakal menggandeng pihak terkait, seperti kepolisian dan TNI.

Ditambahkannya, pemeriksaan urine sendiri merupakan bagian dari bentuk pencegahan terhadap bahaya narkoba. Pendeteksian dini, lanjutnya, penting dilakukan, dan diperlukan keterlibatan semua pihak.

Ia menambahkan, penanggulangan terhadap bahaya narkoba membutuhkan pencegahan dini melalui keluarga maupun pendekatan agama. Karena itu, keterlibatan segenap pihak dinilai penting dalam menangkal penyalahgunaan narkoba.

“Pendidikan dini dalam keluarga penting, guna menyampaikan tentang dampak bahaya narkoba. Dampak narkoba itu sangat menghawatirkan, terutama kepada generasi muda. Pendekatan agama juga menjadi filter penting selain keluarga, dalam menjauhkan generasi muda dari pengaruh narkoba,” kata Agus.

Menurut Agus, sudah banyak upaya pemerintah dalam memerangi narkoba. Namun tidak cukup kalau hanya pemerintah atau BNN yang bergerak. Tapi peran masyarakat juga diperlukan untuk menghindarkan generasi bangsa  terkena pengaruh narkoba. (stm)

 

Berita Terkait