Tertipu Koin Soekarno

Tertipu Koin Soekarno

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Dua warga yang diduga melakukan penipuan, HA dan Rdn ditangkap polisi. Modus operandinya dengan menawarkan koin bergambar Soekarno, batu delima, dan meminta kartu ATM beserta kodenya.

Kanit Reskrim Polsek Pontianak Utara, IPTU I Gusti Bagus Krisna mengatakan, kasus penipuan tersebut dialami warga Pontianak Utara yang tengah melintas di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara. "Kejadiannya, 10 Agustus lalu sekitar pukul tiga subuh," kata Bagus, Kamis (18/8).

Saat di jalan, lanjut dia, beberapa orang menghentikan kendaraannya dan menanyakan alamat CV Alam Raya dengan alasan hendak menawarkan barang. "Saat berbincang-bincang pelaku kemudian menawarkan barang kepada korban berupa koin bergambar Soekarno beserta batu berwarna merah hati yang sepengetahuan pelapor batu tersebut adalah batu merah delima," ungkapnya.

Kemudian pelaku, menanyakan apakah korban mempunyai ATM dan nomor pinnya. "Oleh korban dijawab ada. Kemudian para pelaku meminta nomor pinnya dan kartu ATM korban diserahkan kepada pelaku sebagai mahar atas barang yang ditawarkan," tuturnya.

Bagus menjelaskan kepada korban tersebut, pelaku meminta uang yang ada di dompet sebesar Rp1 juta beserta cincin kawin emas seberat 3 gram. "Oleh korban semua yang diminta pelaku diberikan. Sebelum pergi pelaku menyerahkan kartu ATM kepada korban yang ternyata kartu yang diserahkan milik orang lain bukan miliknya. Saat dicek, uang di ATM sudah habis terkuras sehingga korban mengalam kerugian sebesar Rp43 juta," ucapnya.

Bagus mengatakan berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban dilakukan penyelidikan dan penyidikan, hasilnya diketahui bahwa pelaku mentransfer uang korban ke rekening Bh. "Dari petunjuk itu dicarilah Bh di kediamannya Gang Tanjung Ria, Pontianak Timur. Dari keterangan Bh bahwa kartu ATM miliknya tersebut sudah diberikan kepada D, warga Jalan Selat Panjang, Kelurahan Siantan Hulu," terangnya.

Berbekal keterangan itu, dia menambahkan, dilakukan pencarian terhadap Dm. Dm akhirnya berhasil ditemukan di sebuah salon Jalan Panglima Aim. Dari keterangannya diketahui bahwa ATM tersebut sudah dipinjamkan kepada Rm alias Md. "Akhirnya ditangkap tersangka pertama, yakni Rm alias Md di Jalan Panglima Aim, Kelurahan Saigon,  Pontianak Timur. Dari keterangnya bahwa ATM sudah diberikan kepada Hl," ungkapnya.

Menurut Bagus, dari keterangan itu ditangkap Hl di Jalan Tanjung Harapan, Pontianak Timur. Dari keterangan keduanya benar bahwa yang melakukan transaksi pemindahan ke dalam rekening serta mengambil uang di rekening. 

"Saat ini masih ada tiga pelaku yang masih dalam pengejaran," kata Bagus.

Menurut Bagus, barang bukti yang disita dari para tersangka, tiga lembar ATM dan dari hasil pemeriksaan sementara tersangka mengakui telah terlibat dalam tindak pidana penipuan. "Dari keterangan tersangka akan kami lakukan pengembangan lebih lanjut," tukasnya. 

Sementara itu, Agus Sulistino, narapidana perkara narkoba di Lapas Sanggau kembali ditangkap. Ia terbukti menyimpan tujuh paket sabu dan satu pil ekstasi di dalam kamar narkoba B5, Rabu (17/8).

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Barat, Bambang Widodo mengatakan, penangkapan terhadap narapidana tersebut bermula dari informasi yang didapat Kepala Rutan menerima laporan dari salah satu pegawai yang mencurigai adanya narkoba di dalam kamar Rutan.

"Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Lapas dan ditangani Satgas P4GAN Sanggau dengan melakukan penggeledahan di dalam kamar B5 yang dicurigai mempunyai sabu dan ineks. Dari hasil pemeriksaan ke-12 penghuni kamar B5 tersebut lanjut hanya satu orang yang menjadi pelaku," kata Bambang, Kamis (18/8).

Dia menuturkan, dari hasil penggeledahan ditemukan tujuh paket sabu dan 1 buah pil yang diduga ineks. Tersangka tersebut bernama Agus Sutrisno alias Agus Pinot yang mendapatkan vonis 4 tahun penjara dalam kasus yang sama.

Menurut keterangan tersangka, lanjut dia, barang bukti tersebut tersangka diperoleh dari seseorang yang diberikan dengan cara melemparkan barang haram itu dari luar Lapas.

“Kejadiannya malam, pada saat semua napi dan penjaga sedang istirahat maka kurir melempar sabu dan itu dari luar melewati tembok ke dalam Lapas,” ungkapnya.

Terkait apakah pelaku ini mendapatkan remisi, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Barat, Bambang Widodo, pihaknya masih melakukan pendataan berkas.

“Andaipun pelaku ini dapat remisi, maka remisinya bisa dicabut dan dibatalkan,” tegas dia.

Bambang menyatakan kasus tersebut saat ini telah diserahkan ke Polsek Kapuas yang ditangani bersama dengan BNN Sanggau untuk dilakukan pengungkapan lebih lanjut terkait barang bukti di dalam Lapas.

Pada tempat berbeda, aksi pencurian semakin beragam, mulai dari berpura-pura menanyakan alamat, membongkar rumah, hingga berpura-pura menanyakan alamat. Tapi berbeda dengan Ismail alias Si yang hendak berhasil mencuri satu unit telepon genggam dengan modus berpura-pura hendak membeli telepon. 

Aksi kejahatan Ismail tersebut terjadi di konter HP Lay Ponsel di Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur. Pelaku yang datang berpura-pura menanyakan harga Ipone 4, lalu setelah barang yang ditanyakan diberi oleh penjaga, secepat kilat barang ditukar dengan barang yang sama namun rusak. 

Namun aksi pelaku berhasil digagalkan, usai penjaga toko curiga dengan telepon genggam yang baru tiba-tiba rusak. Oleh penjaga toko, pelaku lalu diperiksa dan benar ditemukan barang curian di saku celana. Secepat kilat pula pelaku melarikan diri. 

Kapolsek Pontianak Timur AKP NA Kombo mengatakan saat akan melarikan diri, pelaku lalu dikejar oleh penjaga toko dan saat bersamaan di TKP terdapat anggota Polsek Pontianak Timur yang melihat kejadian lalu membantu menangkap pelaku. 

“Saat itu anggota sedang patroli, melihat ada terduga pelaku pencurian dikejar, anggota lalu langsung melakukan penangkapan,” kata Kombo, Kamis (8/8). 

Meski berusaha melarikan diri, lanjut dia, pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan digiring ke Mapolsek Pontianak Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Barang bukti yang disita satu unit Ipone 4 warga hitam milik korban dan milik pelaku,” ungkapnya. (adg) 

Berita Terkait