Tertibkan PNS, Pol PP Gelar Razia Kafe Plus , Pagi dan Siang Hari, Jaga Semangat Tak Kendor

Tertibkan PNS, Pol PP Gelar Razia Kafe Plus , Pagi dan Siang Hari, Jaga Semangat Tak Kendor

  Kamis, 25 February 2016 08:45
DIDATA : Karyawan tempat hiburan saat di data petugas Sat Pol PP Kapuas Hulu.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

Agar tetap bersemangat, Sat Pol PP Kapuas Hulu menggelar razia. Unik, karena yang disasar adalah kafe dan rumah hiburan yang buka pagi hingga siang. Mereka berniat menegakkan disiplin pegawai agar tidak menggunakan waktu kerja pergi ke tempat hiburan atau warung kopi. Mustaan, Kapuas Hulu

HAL ini pun sudah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai.“Razia ini kami fokuskan di tempat hiburan yang berada disekitar Putussibau khususnya di jalur lintas selatan,” tutur Kasat Pol PP Kapuas Hulu, Hadi Pranata, STP, Rabu (24/2) siang. Razia yang digelar dari pagi hingga siang hari tersebut untuk mengembalikan semangat pegawai yang akhir-akhir ini mulai mengendor.

"Saya sangat bersyukur dalam razia kali ini PNS tidak menemukan PNS di tempat hiburan diwaktu jam kerja," papar Hadi Pranata. Dikatakannya, Pol PP memilih razia pada siang hari dikarenakan target razia tersebut adalah PNS. Sehingga kegiatan razia dilakukan mulai pukul 07.00 Wib sampai 15.00 wib. Karena memang ada indikasi ada PNS yang suka pergi ke tempat karoke pada jam kerja.

Pria yang akrab disapa Aan ini mengatakan, beberapa waktu yang lalu ada PNS terjaring BNN dan oleh karena itu Pol PP melakukan razia.

“Ada lima tempat hiburan karaoke yang kami datang. Seperti ditempat karaoke yang berada dikecamatan Kalis satu titik dan kecamatan Putussibau Selatan empat titik,” jelasnya. Dari semua kafe yang disasar Sat Pol PP tak satupun PNS yang ditemukan ada di kafe.

"Tak ada tangkapan bukan karena bocor. Ini menunjukkan PNS Kapuas Hulu masih disiplin dan besok sampai seterusnya masih tetap disiplin," harapnya. DAri tempat hiburan karaoke yang di datangi ada 43 pekerja, 35 diantaranya terdata sementara 8 orang tidak terdata kependudukannya. Menurut keterangan pemilik tempat hiburan mereka hanya fokus kerja tidak melakukan kegiatan prostitusi.

Dijelaskan Aan, pihaknya tidak menemukan pekerja dibawah umur, namun mereka ada yang tidak memiliki keterangan domisili. Ini menandakan rendahnya kesadaran pemilik tempat usaha mengurus kependudukan mereka. Hasil temuan lapangan ada satu tempat hiburan karaoke sedang memproses perizinan, namun pihaknnya telah memperingatkan dua minggu kedepan harus sudah tuntas ijinya.

"Kalau untuk surat pernyataan kepengurusan domisili karyawan paling lambat tiga bulan, jika tidak dibuat mereka akan dikenakan sanksi kependudukan,"katanya. Pekerja banyak yang berasal dari luar kabupaten Kapuas Hulu seperti Pontianak dan singkawang. "Rata-rata dominan umur pekerja 19 -20 tahun,"katanya. Sementara, pemilik tempat hiburan cafe Go-go, Tahui menyambut baik kegiatan itu.

Ia berharap kedepan lebih ditingkatkan lagi.

"Selama ini jarang PNS yang datang kesini. Tempat kami ini dilengkapi CCTV," jelasnya. Untuk pekerjanya yang masih belum memiliki kelengkapan dokumen kependudukan pihaknnya akan mengurus ke kelurahan Kedamin Hulu. "Mereka dua orang itu baru datang dan berada disini selama dua hari ini, untuk domisilinya akan segera urus,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait