Terlibat Narkoba, Pecat!

Terlibat Narkoba, Pecat!

  Senin, 17 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Sepanjang 2016 ini, sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat dalam penggunaan narkoba. Terakhir, Febri, pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kapuas Hulu.

Sejumlah kalangan meminta agar instansi terkait menindak tegas pegawainya yang terlibat narkoba, bahkan jika perlu dipecat. Karena sebagai ASN, seharusnya mereka mesti memberikan contoh kepada masyarakat, bukan malah merusak nama baik instansi mereka.

Seperti yang diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Fabianus Kasim. Ia mendesak agar aparat penegak hukum menghukum berat oknum ASN yang terlibat narkoba. Karena, ditegaskan dia bagaimana pemerintah saat ini tengah gencar memerangi barang haram tersebut. Diingatkan dia, bagaimana kini sudah tidak ada toleransi lagi, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat. “Kasus narkoba di Kapuas Hulu semakin marak, parahnya ada oknum ASN yang memakai,” sesal dia.

Kasim mengatakan, sanksi tegas terhadap aparatur pemerintah yang diketahui mengonsumsi jenis apapun barang haram, mesti diterapkan. Sebagai ASN, menurut dia, tidak sepantasnya mereka menggunakan narkoba. Meski demikian, dia menambahkan, bukan berarti masyarakat diperkenankan melakukannya. “ASN harus bisa jadi contoh,” tegas dia.

Karena itu dia meminta pengungkapan kasus narkoba mesti ditingkatkan, bukan hanya di level pengguna, tapi para pengedar. Politisi Partai Hanura ini menegaskan, terhadap kasus narkoba ini tidak ada tawar-menawar hukum. “Bayangkan kalau ASN bekerja di bawah pengaruh narkoba, hancur negara ini. Mau jadi apa Kapuas Hulu nanti kalau pegawai banyak terlibat narkoba?” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, tindakan tegas harus dilakukan. Harapannya, diungkapkan dia, agar ada efek jera dan ASN lain takut menggunakan narkoba, jika sudah ada yang ditindak.

Terpisah, praktisi hukum Kapuas Hulu, Moh Syafe’i, meminta aparat penegak hukum menindak tegas oknum ASN yang tertangkap menggunakan narkoba. Sebab, kata dia, tidak pantas seorang aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat bekerja di bawah pengaruh narkoba. “Apalagi jika ASN itu memiliki jabatan tertentu. Itu bisa menimbulkan dampak lain, yakni korupsi,” ungkap dia.

“Terapkan sanksi berat, sesuai aturan ASN. Jangan biarkan oknum ASN seperti itu terus merusak citra pemerintah,” tegas Syafi’i. Mestinya kata dia lagi, ASN harus bisa menjadi contoh dan bekerja profesional dalam melayani masyarakat. Apalagi, dia menilai, oknum PNS di BPN yang saat ini diamankan tersebut, pernah tersandung kasus tindak pidana korupsi, sehingga sangat tak pantas lagi dipertahankan.

“Pemerintah tengah menyatakan perang terhadap narkoba, jadi jangan main-main urus negara ini. Masak negara perang melawan narkoba, tapi ASN-nya malah menggunakan narkoba,” beber lulusan hukum Alzahra ini. Sebelumnya kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Kapuas Hulu, Iptu Edhi Trisno T, menegaskan, proses hukum terhadap Febri tetap dilanjut ke pengadilan, barang bukti, dan tersangka ditahan. (aan)

 

Berita Terkait