Terlelap Tidur, Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Terlelap Tidur, Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

  Rabu, 20 April 2016 09:08

Berita Terkait

Operasi Berantas Sindikat Narkotika terus membuahkan hasil. Kali ini seorang pemuda di Pontianak Timur ditangkap karena menyimpan enam paket sabu, Senin (18/4) malam. Operasi ini menegasikan peredaran narkotika di Pontianak semakin menggila. 

*****

AS ditangkap saat sedang terlelap tidur di kursi depan rumahnya. Sejumlah anggota Polsek Pontianak Timur yang melakukan patroli mendekatinya dan menemukan enam paket sabu dan uang tunai sebesar Rp980 ribu didekat badan tersangka. 

Tersangka pun lalu dibangunkan dan terkejut melihat anggota yang telah berada di dekatnya. Tak bisa mengelak, ia pun langsung digiring ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. “Hasil keterangan, tersangka mengakui jika barang haram tersebut miliknya,” kata Kapolsek Pontianak Timur AKP NA Kombo, Selasa (19/4). 

Kombo menuturkan, dari pengakuan tersangka enam paket sabu tersebut rencananya akan dijual kepada pelanggannya. Namun naas, malam itu ia tertidur lelap sehingga lupa mengantarkan pesanan barang haram tersebut. 

“Empat paket sabu dijual seharga Rp100 ribu dan dua paket sabu dijual seharga Rp50 ribu. Masih kami dalami, dari mana tersangka mendapatkan sabu tersebut,” ucap Kombo. 

Kombo mengatakan selain sebagai pengedar sabu, dari hasil test urine diketahui tersangka juga sebagai pemakai narkoba. “Sekarang tersangka sudah mendekam di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya,” ucapnya. 

Kombo menuturkan, sesuai dengan intruksi pimpinan bahwa seluruh jajaran kepolisian saat ini tengah melaksanakan operasi Bersinar. Pada Senin malam itu pihaknya pun melakukan patroli di Kampung Beting. 

Saat berada di kampung tersebut, lanjut dia, anggota melihat tersangka sedang tertidur di atas kursi depan rumahnya, sehingga didatangi dan ditemukan enam paket sabu di dekat tersangka. “Untuk sabu saat ini sudah kami kirim ke BPPOM untuk uji laboratorium guna memastikan barang tersebut sabu atau bukan,” sambungnya. 

Sesuai dengan perbuatannya, dia menambahkan, karena tersangka memiliki, menguasai dan menyimpan sabu, maka akan dikenakan pasal 112 dan 114 Undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling ringan lima tahun dan paling lama 20 tahun. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk bekerjasama dengan kepolisian untuk memberantas sindikat narkoba yang berusaha merusak generasi bangsa,” imbaunya. (adg)

Berita Terkait