Terkesima Kerindangan Alam Pantainya

Terkesima Kerindangan Alam Pantainya

  Rabu, 30 March 2016 09:15
KUNJUNGAN KEMEN PU: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera) melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan, Ditjen Cipta Karya, menyambangi Pantai Pulau Datok, kemarin, demi menyongsong persiapan Sail Selat Karimata. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera) Republik Indonesia melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, yang dikomandani Dian Irawati selaku Kasubdit PBL, menyambangi Pantai Pulau Datok, Sukadana, Senin (28/3) lalu. Kedatangan mereka ke sana berkaitan dengan persiapan lokasi pantai tersebut sebagai titik puncak perhelatan Sail Selat Karimata 2016.

Kedatangan rombongan Kemen PU Pera tersebut berselang beberapa hari setelah Bupati Hildi Hamid memberikan keterangan kepada awak media, di mana Keputusan Presiden (Keppres) telah ditandatangai Presiden Joko Widodo.

Rombongan tersebut langsung melakukan pengukuran terhadap lokasi Pantai Pulau Datok. Mereka, khususnya Dian Irawati, begitu terkesima melihat banyaknya pohon-pohon besar yang hampir memenuhi sebagian besar areal yang akan dijadikan pembukaan acara puncak Sail Selat Karimata mendatang.

Dikatakan Dian, acara Sail Selat Karimata ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya di Indonesia, sejak 2009 lalu. Dirinya juga menjelaskan, jika melihat kondisi lokasi di pantai ini, mereka tidak akan melakukan penebangan terhadap pohon yang ada.

“Kalau kita sih tidak mau lah merusak lingkungan. Kita pasti mempertahankan existing itu sebagai parameter dalam mendesain. Makanya kita ini kan melakukan ukur ulang dan lain sebagainya, untuk bisa mengakomodir itu. Jadi, kalau pun sampai ada yang harus ditebang, itu (diusahakan) sedikit mungkin,” tuturnya.

Dia memastikan untuk Pantai Pulau Datok, tetap akan banyak yang dipertahankan keasrian dan kealamiannya. Desain sebenarnya, menurut dia, harus sesuai dengan yang selalu diberikan setiap tahun. Yang pasti, disebutkan dia, ada pelatarannya, kemudian lokasi untuk demo terjun payung, hingga untuk peragaan kapal layar yang melintas.

“Selain itu untuk masyarakat dan areal pamerannya juga harus ada, yang menampilkan potensi-potensi lokal. Jadi ada unsur kepariwisataan pastinya. Mungkin juga kulinernya yang diangkat. Jadi pada saat Sail ini, bukan hanya peragaan kapal layar saja, tapi sebenarnya momen ini untuk meningkatkan kepariwisataan lokal, agar selanjutnya dapat berkunjung ke Kayong Utara. Tentuanya akan menambah pemasukan bagi masyarakat pula,” ungkapnya.

Kementerian PU Pera, dijelaskan dia, hanya sebagai pendukung saja. Namun demikian, tanpa dukungan tersebut, menurut dia, pelaksanaannya juga akan sulit terwujud. Dalam hal ini, mereka merupakan pendukung pada bagian infrastruktur. Kemen PU Pera, disebutkan dia, bukan merupakan yang utama. Namun, dia menambahkan, begitu telah ditetapkan lokasi mana yang akan diselenggarakan Sail, mereka tinggal melaksanakan dan menjalankannya.

“Sebenarnya pihak Kemen PU Pera mendukung di sini, tetapi pihak Pemerintah Daerah sharing-nya adalah lahannya clear and clean, kita baru masuk. Memang posisi kami hanya membidangi persoalan Cipta Karya, yang mana mengurus persoalan masalah pelataran, sanitasi, air bersihnya, itu yang menjadi ruang lingkup kita,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait