Terjunkan 260 Surveyor

Terjunkan 260 Surveyor

  Sabtu, 9 April 2016 09:52
PELATIHAN: Petugas PCL dan PWL mengikuti pelatihan Listing atau Pendataan Usaha/Perusahaan dalam rangka Sensus Ekonomi tahun 2016 di Restoran Kampung Batu, Singkawang, Rabu (6/4) kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BADAN Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang akan menggelar Sensus Ekonomi (SE) 2016  pada Mei 2016 mendatang. Guna menyukseskan agenda tersebut, BPS Kota Singkawang telah merekrut 260 orang pekerja sebagai surveyor.

Hal tersebut dikatakan Kepala BPS Kota Singkawang, Rosihan Anwar saat menggelar Pelatihan Petugas PCL dan PWL kegiatan Listing atau Pendataan Usaha/Perusahaan dalam rangka sensus ekonomi tahun 2016 di Restoran Kampung Batu, Singkawang, Rabu (6/4). Kepala BPS Kota Singkawang, Rosihan Anwar mengatakan pada tahun ini, tepatnya pada tanggal 1 hingga 31 Mei 2016 BPS akan melakukan sensus Ekonomi yang merupakan upaya pengumpulan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi atau unit usaha diluar sektor pertanian. “Dalam upaya mempersiapkan Sensus Ekonomi tahun 2016 tersebut, kami telah melakukan berbagai langkah persiapan dan sosialisasi baik yang dilakukan oleh BPS Kabupaten atau Kota di seluruh Indonesia, lalu BPS Provinsi, sampai BPS RI,”ungkapnya.

Kegiatan pelatihan ini, lanjut Rosihan dilakukan selama empat hari dari tanggal 6 hingga 9 April 2016 untuk memberikan pelatihan kepada petugas supaya tidak mengalami kesulitan saat melakukan pendataan di lapangan.

“Petugas ini sudah kita berikan pelatihan selama empat  hari dibagi menjadi tiga gelombang. Petugas dilatih mengenai cara mengisi kuesioner, konsep definisi setiap pertanyaan, bagaimana mewawancari responden, tujuan pengumpulan data, serta lainnya,” kata Rosihan.

Dia menjelaskan, nantinya para petugas diterjunkan untuk mewawancarai dan mendata seluruh kegiatan ekonomi atau unit usaha diluar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro paling kecil hingga perusahaan nasional dan multinasional. “Pada 1-31 Mei 2016, petugas BPS akan mendatangi dari rumah ke rumah, kantor ke kantor. Kita akan wawancara, dan mendata mulai dari tukang cukur, pedagang kaki lima (PKL) sampai perusahaan besar lainnya,” beber Rosihan Anwar. (har)

Berita Terkait