Terindikasi Ilegal, Polisi Sita Ratusan Alat Bantu Seks

Terindikasi Ilegal, Polisi Sita Ratusan Alat Bantu Seks

  Minggu, 19 November 2017 08:30

Berita Terkait

PONTIANAK – Kepolisian melakukan penggerebekan di salah satu rumah warga di Komplek Villa Ria Indah, Jalan Ya M Sabran, Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (18/11). Rumah tersebut adalah milik Hendro Perinoto alias Noto, yang diduga menyimpan berbagai alat bantu seks dan obat kuat yang akan diperjualbelikan. 

Proses penggerebakan yang berjalan kondusif itu, berhasil menemukan 119 jenis alat bantu seks. Alat bantu seks dimaksud seperti boneka seks berbagai model, alat kontrasesi berbagai jenis dan merk, obat kuat, hingga obat perangsang. 

Selain menemukan barang ilegal, aparat juga menangkap pemilik barang, dalam hal ini pemilik rumah. Yang bersangkutan langsung digiring ke Mapolresta Pontianak untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. “Hasil pemeriksaan, pemilik barang ilegal tersebut telah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli. 

Husni menegaskan, terhadap tersangka, akan dikenakan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan atau Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara di atas 5 tahun. “Kami masih melakukan proses penyidikan untuk mendalami dari mana barang itu didapat dan sudah kemana saja barang itu beredar,” ucapnya. 

Husni menjelaskan, pengungkapan kasus jual beli alat bantu seks, obat kuat, obat peransang, dan alat kontrasepsi tersebut, bermula dari informasi masyarakat di tempat kejadian yang mencurigai aktivitas rumah tersangka. “Informasi yang masuk, di rumah tersangka diduga ada aktivitas yang mencurigakan. Dugaannya saat itu, yang bersangkutan menjual barang-barang ilegal,” sambungnya. 

Berdasarkan laporan itu, lanjut dia, dilakukanlah penyelidikan dengan mendatangi rumah tersangka. Saat itu, mereka melakukan penggerebakan, dengan melakukan pengecekan barang-barang yang ada di dalam rumah. 

“Hasilnya, kami menemukan ratusan barang berbagai jenis, mulai dari boneka seks, alat vibrator, kondom berbagai jenis, minyak, obat kuat, obat peransang dan beberapa barang bukti lainnya,” sambungnya. Husni menyatakan, saat diminta menunjukkan dokumen resmi, mengenai perizinan yang dimiliki tersangka untuk menjual barang tersebut kepada masyarakat, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya. (adg)

Berita Terkait