Terima Kasih Sinarmas, Mata Saya Sembuh

Terima Kasih Sinarmas, Mata Saya Sembuh

  Selasa, 22 March 2016 09:27
PERIKSA: Dokter melakukan pemeriksaan apakah pasien positif katarak dan dapat dilakukan tindakan operasi.

Berita Terkait

Program CSR Operasi Katarak Gratis
Beri Bantuan Korban Banjir

 
“TERIMA kasih Sinarmas, mata saya sembuh,” ujar Darmanto dengan tersenyum sumeringah. “Saya di sini, dari kampung hingga rumah sakit dibayarkan Sinarmas. Kalau biaya sendiri, kami tidak mampu,” tambahnya. Darmanto adalah satu dari lima warga Desa Nanga Lemedak (Semitau-Kapuas Hulu), desa binaan PT Paramitra Internusa Pratama, anak usaha Sinarmas, yang menjalani operasi katarak gratis dari Sinarmas di RS Kharitas Bhakti Pontianak, Sabtu sore, 19 Maret 2016.

Program yang telah berjalan sejak 2013 tersebut, ternyata sangat dibutuhkan warga desa yang umumnya petani. Mereka banyak menderita katarak. Sayang, mereka tak menganggap penyakit tersebut berbahaya. “Kena sinar matahari, mata saya rasanya gatal dan perih. Kalau dikedipkan, seperti ada benda asing melekat di mata,” kata Natalia Susi (27), pasien lain yang ikut operasi katarak gratis dari Sinarmas.

Asin, Kades Desa Nanga Lemedak menyampaikan, ia dan warga desa menyambut baik program tersebut. “Program ini bagus,” ujar Asin, saat mendampingi warganya menjalani operasi di Pontianak.

Pada 2013, aparatur desa telah mendata warga yang menderita katarak, hanya tiga warga yang bisa dioperasi. Hasil diagnosa medis menyatakan, warga yang tidak bisa dioperasi, selain harus menjalani terapi, juga karena pertimbangan medis, seperti kondisi fisik pasien. Pada 2016, kembali didata, di mana dari 15 warga yang mendaftar, hanya lima yang bisa dioperasi. Termasuk mantan Kades Desa Nanga Lemedak, Wasito.

dr Mahyudi SpM MKes, spesialis mata RS Kharitas Bhakti menyampaikan, kebanyakan warga penderita katarak karena faktor usia. Mata mereka sering terpapar matahari langsung, serta kurang memperhatikan pola makan baik dan bergizi. Menurutnya, operasi katarak butuh waktu 15-20 menit, dengan lama waktu penyembuhan 2-3 minggu. “Operasi katarak bersama Sinarmas sudah lama, sudah ratusan pasien katarak di bawa ke sini. Semua berjalan lancar, tanpa kendala,” katanya.

Operasi katarak merupakan satu dari rangkaian program 5km bebas hernia, bibir sumbing, dan katarak di wilayah usaha perkebunan Sinarmas. Program ini berkelanjutan, desa yang warganya menderita tiga penyakit tersebut dapat melaporkan ke kebun atau staf Sinarmas, untuk dilakukan survei dan penanganan lebih lanjut.

Selain operasi katarak gratis, sebelumnya, melalui anak usahanya, PT Agrolestasi Mandiri telah menyalurkan bantuan bagi 1.643 kepala keluarga korban banjir pada lima desa di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Antara lain Desa Sungai Kelik, Desa Simpang Sembelangaan, Desa Tanjung Medan, Desa Siantau Raya (Siantau dan Sihit), dan Desa Nanga Tayap.

“Kami sudah salurkan bantuan 164 kg beras dan 342 dus mie instan bersama muspika Kecamatan Nanga Tayap. Kami salurkan secara langsung ke posko-posko desa yang membutuhkan,” ujar J Rajagukguk, panitia penyaluran bantuan banjir PT. Agrolestari Mandiri. (d1)

 

Berita Terkait